Berita Semarang

Pengelola Desa Wisata Berharap Ada Program Khusus Pemulihan Pariwisata

Seiring Kota Semarang kembali turun ke PPKM Level 1, para pengelola desa wisata berharap ada prorgam-program khusus untuk pemulihan sektor wisata.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Disbudpar Kota Semarang menggelar talkshow interaktif dengan tema Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Semarang di Hotel Noormans, Senin (24/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Desa wisata di Semarang sangat terdampak selama pandemi Covid-19.

Seiring Kota Semarang kembali turun ke PPKM Level 1, para pengelola desa wisata berharap ada prorgam-program khusus untuk pemulihan sektor wisata.

Promosi dan pemasaran desa wisata di Kota Semarang perlu digenjot dalam rangka pemulihan ekonomi. 

Baca juga: Salurkan Hobi, Novelis Kudus Ini Sulap Kamar Tidurnya Jadi Studio Foto Murah Meriah

Baca juga: Terungkap SIM Muhammad Ali Sopir Truk Penyebab Kecelakaan di Balikpapan Ternyata Palsu

Baca juga: Munculnya Omicron di Semarang Tak Membuat Masyarakat Panik, Sudah Pengalaman Saat Varian Delta

Koordinator Komunitas Desa Sadar Wisata, Sumarno mengatakan, para kelompok sadar wisata (pokdarwis) telah berupaya membangun brand image wisata di Kota Semarang.

Namun, pihaknya masih membutuhkan uluran tangan dari Pemerintah Kota Semarang untuk menghidupkan kembali pariwisata. 

Dia berharap, Pemkot Semarang bisa mengadakan program khusus untuk pemulihan ekonomi, misalnya adanya kegiatan study tour siswa atau mahasiswa dengan memprioritaskan destinasi wisata di Kota Semarang.

Menurutnya, ini menjadi satu diantara beberapa cara pemasaran wisata di Kota Semarang. 

"Kami berharap Pemerintah Kota Semarang mau mendorong anak-anak sekolah atau perguruan tinggi jika mengadakan study tour alangkah lebih baiknya menjelajah tempat-tempat wisata yang ada di pelosok Semarang, sebelum pergi ke Bali, Bandung, atau Jogja," kata Winarno saat mengikuti talkshow interaktif dengan tema Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Semarang di Hotel Noormans, Senin (24/1/2022). 

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan, ada berbagai kelonggaran bagi pelaku wisata pada PPKM Level 1.

Pihaknya pun mulai melakukan pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif pada 2022 ini.

Semua destinasi wisata di harapkan selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sehingga masyarakat di luar Semarang percaya jika berwisata di Kota Semarang aman dan nyaman.

Atraksi pariwisata perlu disiapkan dengan baik untuk menarik wisatawan.

Dari sisi aksesibilitas, Kota Semarang sudah semakin mudah dijangkau meski saat ini penerbangan masih dibatasi. 

"Kami harap selalu sinergi. Para pelaku wisata sebagai motor penggerak, kami mendorong dengan fasilitas yang ada, mudah-mudahan bisa memunculkan kreatifitas untuk meningkatkan atraksi di Semarang," paparnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved