Bisnis

OJK Akan Beri Sanksi Perusahaan Pembiayaan yang Rampas Kendaraan Nasabah di Jalan

Mereka kembali mengingatkan perusahaan pembiayaan tidak boleh melakukan penagihan dan perampasan kendaraan nasabah yang menunggak angsuran di jalanan.

Editor: rival al manaf
Instagram/cetul22
ilustrasi perampasan kendaraan di jalan oleh debt collector 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Peristiwa perampasan kendaraan di jalan oleh debt collector kembali terjadi.

Fenomena itu kembali membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil sikap.

Mereka kembali mengingatkan perusahaan pembiayaan tidak boleh melakukan penagihan dan perampasan kendaraan nasabah yang menunggak angsuran di jalanan, apalagi menggunakan kekerasan.

Baca juga: Dicoret dari Pelatnas PBSI, Ini Rencana Ganda Campuran Peringkat 5 Dunia Praveen/Melati

Baca juga: BREAKING NEWS: Belasan Kapal Perikanan di Pelabuhan Pelindo Tegal Terbakar Hebat

Baca juga: 5 Contoh Penulisan Surat Lamaran Kerja Menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan Benar

"Dalam melakukan penagihan itu ada etikanya, jika perusahaan pembiayaan mempekerjakan debt collector maka harus orang-orang yang bersertifikat," kata Kepala OJK Sumbar Yusri dilansir dari Antara, Sabtu (29/1/2022).

Menurut dia jika ada perusahaan pembiayaan yang melakukan cara-cara penagihan dengan kekerasan di jalanan maka masyarakat dapat melaporkan ke OJK.

"Kami akan memberikan sanksi kepada perusahaan pembiayaan tersebut," ujarnya.

Akan tetapi ia juga mengingatkan masyarakat yang memiliki cicilan kendaraan pada perusahaan pembiayaan juga harus menunaikan kewajiban dengan membayar angsuran secara rutin hingga lunas.

"Jangan sampai saat petugas perusahaan pembiayaan datang ke rumah, malah ditunggu oleh orang sekampung menggunakan parang sehingga akhirnya petugas tidak bisa melakukan penagihan," ujarnya.

Akhirnya petugas dari perusahaan pembiayaan terpaksa menyetop dan menagih di jalan.

Baca juga: Resep Jahe Rempah Susu, Minuman Lezat Kaya Manfaat untuk Menemani Akhir Pekan Anda

Baca juga: Diduga Hendak Memeras, Pria di Pasar Rebo Pura-pura Tertabrak Hentikan Mobil dan Hasut Warga

Baca juga: Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Tebar Ancaman ke KKB Papua yang Tewaskan 3 Anggotanya

Pada satu sisi perusahaan pembiayaan juga harus menghimpun angsuran dari nasabah yang memiliki cicilan karena jika tidak akan mengalami kerugian.

Yusri memastikan jika masyarakat selaku nasabah menjalankan kewajiban dengan baik maka kasus perampasan kendaraan di jalanan tidak akan terjadi.

"Sebaliknya perusahaan pembiayaan juga harus mengedepankan etika dalam menagih cicilan," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bolehkan Debt Collector Merampas Kendaraan Penunggak Utang di Jalan?"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved