Berita Malang

Emak-emak Curi Puluhan Daster di Toko Oleh-oleh, Sepeda Motor Ditinggal saat Kabur

Sekelompok emak-emak mencuri puluhan daster dari toko setelah menyamar sebagai pembeli.

Editor: sujarwo
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
Tangkapan layar (screenshot) kamera CCTV saat para pelaku beraksi mencuri daster di toko oleh-oleh Malang Strudel yang berada di Jalan Raya Ardimulyo Dusun Karangjati Desa Ardimulyo Kecamtan Singosari Kabupaten Malang, pada Sabtu, (29/1/2022) siang. 

TRIBUNJATENG.COM - Sekelompok emak-emak berhasil mencuri puluhan daster dari toko setelah menyamar sebagai pembeli.

Aksi emak-emak maling daster tersebut terjadi di toko oleh-oleh Malang Strudel di Jalan Raya Ardimulyo, Dusun Karangjati, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (29/1/2022).

Namun, usai menggondol daster curian, pelaku malah meninggalkan sepeda motor yang sebelumnya dikendarainya di lokasi kejadian.

General Manager Malang Strudel, Gunarianto menjelaskan, pelaku datang secara bersamaan sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu para pelaku yang merupakan ibu-ibu ini, berpura-pura sebagai pembeli dan sedang memilih-milih di bagian baju-baju.

Saat di dalam, pelaku ini sudah mulai mencurigakan gerak-geriknya.

Salah satu staf toko sempat menegur pelaku, tetapi pelaku mengelak dan langsung kabur meninggalkan lokasi.

"Pelaku ini total ada empat orang. Lalu, mereka kabur dengan terbirit-birit, hingga salah satu motor yang dipakai untuk ke sini (lokasi kejadian) ditinggal begitu saja," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (30/1/2022).

Untuk kendaraan yang ditinggal oleh pelaku, adalah motor Honda Beat dengan nopol N-4892-XT.

"Untuk saat ini, sepeda motor pelaku masih kami amankan di gudang toko," tambahnya.

Selain itu, para pelaku sempat memaksakan kabur dengan menerobos palang pintu parkir otomatis.

Melihat kejadian tersebut, staf toko yang curiga langsung mengecek rekaman CCTV.

"Dari rekaman CCTV, terlihat pelaku terbagi atas beberapa peran.

Dua orang berperan sebagai pengalih perhatian, satu orang yang mengambil barang dan satu orang sisanya berperan menampung barang curian tersebut," ungkapnya.

Gunarianto mengaku, bahwa pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

"Total daster yang diambil pelaku berjumlah 50 buah. Dan akibat kejadian itu, kami mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved