Wawancara Eksklusif

KONI Kota Semarang ISO 9001, Arnaz: Ini Jadi Pertama se-Indonesia

Arnaz Agung Andrarasmara mencoba menata infrastruktur organisasi dengan menerapkan ISO 9001.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andararasmara memberikan sambutan saat Coffe Morning KONI dan Media di Cafe Caldera, Kamis (12/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Selama tiga tahun menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara mencoba menata infrastruktur organisasi bersama para pengurus KONI lainnya dengan menerapkan ISO 9001.

Hal ini dilakukan untuk kemajuan olahraga prestasi di ibu kota Jawa Tengah.

Berikut Wawancara ekslusif Tribun Jateng bersama Ketua KONI Kota Semarang pada acara Tribun Topic.

Keigatan KONI apa saja?
KONI Kota Semarang seperti induk olahraga. Ada sekitar 53 cabang olahraga (cabor). Tugas KONI membina cabor, para atlet, pelarih, dan memberikan bantuan semua kegiatan yang mereka lakukan khususnya cabang olahraga berprestasi. Jadi, KONI induk cabor yang membawahi cabor-cabor yang aragnya prestasi baik Porprov, PON, olimpiade, Seagames.

Bagaimana kondisi KONI Kota Semarang?
Sebenarnya, saya baru tiga tahun jadi ketua KONI. Saya bersama teman-teman di kepengurusan KONI memperbaiki apa yang kurang dari sebelumnya. Output yang ingin dicapau itu prestasi. Kami yang merencanakan anggaran, membimbing atlet prestasi.

Menju prestasi itu, kami sepakat kalau tidak dilandasi infrastruktur organisaai yanh profesional, percuma. Maka, kami benahi infrastruktur organisasi secara profesional. Ibaratnya, mau jadi pengusaha, infrastruktur organisasi perusahaa

Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andararasmara memberikan sambutan saat Coffe Morning KONI dan Media di Cafe Caldera, Kamis (12/3/2020).
Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andararasmara memberikan sambutan saat Coffe Morning KONI dan Media di Cafe Caldera, Kamis (12/3/2020). (TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN)

nnya harus diperbaiki dlu.

Hal baru di KONI Kota Semarang ISO 9001, bisa dijelaskan?
Kami dapat anggaran dari APBD cukup besar dibanding kota/kabupaten lain, tapi kalau sudah bicara mengenai olahraga dana Rp 15 miliar, Rp 20 miliar, atau Rp 30 miliar tidak akan cukup karena aspek atler berprestasi itu macem-macem. Tidak hanya latihan fisik, tapi kebutuhan vitamin, harus berapa kali kejuaraan. Melihat olimpiade Rusia, Eropa, Asia bisa berprestasi hebat karena anggaran yang mereka kucurkan besar.

Kami ingin bagaimana semua stakeholder peduli dengan olahraga. Kalau bicara olahraga, pasti bicara harga diri.
Kalau pemain bukutangkis menang, semua bangga, bagaimana inu menarik stakeholder yang ingin memberi sponsor. Saya meng-ISO KONI, ini jadi pertama se-Indonesia. Perusahaan di-ISO biasa, ini organisasi kami ISOkan. Itu bagian dari bagaimana memprofesionalismekan organisasi. Dengan meng-ISO harapannya stakeholder percaya dengan KONI, jadi bisa bekerja sama.

Apa prestasi olahraga Kota Semarang 2021?
Kami lebih banyak latihan internal karena pandemi. PON kemarin alhamdulillah bisa menyumbang sekitar delapan emas daei total yang diraih medali Jawa Tengah.

Bagaimana pembinaan para atlet?
Organisasi itu diawali sebuah lerencanaan yang baik. Dr perencanaan yg baik, kami buat anggaran. Dr anggaran baru dieksekusi program. Karena sudah ISO, kami bisa mengefisiensikan anggaran ya g tidam penting untuk kemajuan cabor, atlet, pelatih, kejuaraan, termasuk kesejahteraan atlet. Pada 2021, kami memberikan BPJS Ketenagakerjaan bagi para atlet.

Dg efisiensi anggaran itu, kami bisa lebih banyak menganggarkan program Semarang Emas. Ini program bagi atlet-atlet yang berprestasi. Setiap cabor kami beri kesempatan sesuai grade. Mereka menyerahkan nama atlet yang berpotensi mendapatkan emas di pekan olahraga provinsi. Disitu, mereka mendapatakan dana insentif tiap bulan sesuai gradenya.
Itu gunanya untuk mereka beli vitamin, meningkatkan kebugaran. Program itu bisa terjadi karena ada sebuah efisiensi anggaaran. Ini bentuk kepedulian KONI bagi para atlet yang berprestasi.

Bagaimana Mas Arnaz bisa membagi waktu beraktivitas di beberapa organisasi?
Saga berorganisasi sejak lama. Ini amanah. Niatnya harus baik. Kalau mau masuk organisasi pekerjaan, niatnya harus baik. Sistem kami buat, kami memberdayakan orang yang ada di organisasi itu. Jgn semua saya terus. Semua diberi kesempatan yang sama.  Ada satu ilmu kalau ingin jadi leader yanh baik, harus jadi parenting leaderahip. Orang Jawa bilangnya ngemong. Bisa memberi problem solving bagi teman-teman. Saya pikir kuncinya itu.

Ada beberapa stigma KONI yang kurang mengenakan? Ke depan, bagaimana mengubah stigma?
Infrastruktur profesionalisme harus baik. Kami dapat dana hibah dari pemerintah. Dana hibah itu bukan tujuan. Itu insturmen mencapai sasaran program kerja.
Saat mendapat dana hibah, ubah mindset bahwa uang jangan follow function atau organization. Dana hibah harus follow program atau perencanaan. Hal paling penting dalam orgamisais adalah perencanaan. Semua pengurus harus kreatif dan inovatif bagaimana money follow program.

Apa harapan KONI untuk Pemkot Semarang?
Sebenarnya, olahraga bagian harga diri sebuah bangsa, provinsi, atau kota. Jangan bilang boros ngurusi olahraga. Menurut saya, perlu membuat sport center karena disitu sebenarnya awal mula laboratorium para atlet lebih giat berlatih. Kalau tempat latihan keren kan senang.  Tempat latihan di tingkat kecamatan saha pikir pemerintah sudah membuat. Sekarang bagaimana ada sport center yang terpadu, kaya Jatidiri. TLJ bagus tapi blm semua, lebih ke arah atletik. Semoga ini bisa direalisasi pada 2022. (*)

Arnaz Agung Andrasmara
Arnaz Agung Andrasmara (tribunjateng/bakti buwono)
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved