Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Cegah Percaloan, Pengadilan Agama Batang Luncurkan Berbagai Pelayanan Inovasi Digital 

PA Batang meluncurkan beragam inovasi untuk mendukung penerapan zona integritas.

Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
Dok. Pengadilan Agama Batang
Kepala PA Batang, Mursid saat memantau penggunaan aplikasi Sigandu 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pengadilan Agama (PA) Batang meluncurkan beragam inovasi untuk mendukung penerapan zona integritas.

Beragam inovasi digital tersebut di antaranya, Sistem Informasi Gugatan Mandiri Terpadu (Sigandu), Sistem Informasi Whatsapp Notifikasi (SiWani), Sistem Live Jadwal Antrian PTSP dan Sidang (SiJati) dan Informasi dan Pengaduan Berbasis Whatsapp (Madu Siswa). 

Sigandu dapat memudahkan masyarakat untuk mengajukan gugatan secara mandiri. 

Masyarakat hanya perlu mengakses menu gugatan mandiri (Sigandu) di website PA Batang dan mengisi formulir yang disediakan. 

"Formulir yang kami sediakan juga mudah di pahami, masyarakat tinggal menginput data. Setelah diisi nanti akan jadi berkas seperti saat pendaftaran gugatan di PA. Ini sangat efektif dan efisien bagi masyarakat yang berdomisili jauh dari kantor PA dan yang paling penting bisa meminimalisir praktik percaloan," terang Kepala PA Batang, Mursid, Selasa (1/2/2022).

Dijelaskannya ke depan pihaknya akan bekerja sama dengan Pemkab agar inovasi Sigandu ini bisa dinikmati masyarakat luas. 

Salah satunya dengan menghadirkan layanan ini di pusat layanan publik di kecamatan. 

"Kami harap bisa kerja sama dengan Pemkab, nantinya ada petugas yang dapat melayani inovasi Sigandu ini di kecamatan khususnya nanti di Kecamatan yang jauh, misalnya di Bawang karena tidak semua masyarakat menguasai internet sehingga dengan Sigandu kami bisa mendekatkan layanan ini ke masyarakat," imbuhnya. 

Lebih lanjut, untuk aplikasi lainnya yaitu SiWani ini digunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang mendaftarkan perkara di PA. 

Baik terkait info perkara, jadwal sidang dan lainnya sedangkan SiJati dapat memudahkan masyarakat untuk memantau antrian via YouTube.

"Sehingga masyarakat bisa datang ke PA ketika mendekati antrian mereka," imbuhnya.

Kemudian, Madu Siswa dapat menjadi layanan call center via Whatsapp PA.

Dimana masyarakat bisa menanyakan informasi ataupun membuat aduan, dan lainnya dengan menggunakan WhatsApp. Inovasi ini pun bisa diakses ketika akhir pekan atau libur. 

"Jika masyakarat butuh informasi tidak perlu datang ke PA, bisa memanfaatkan Madu Siswa untuk bertanya selain mengurangi praktik percaloan, adanya inovasi ini juga untuk mengurangi kerumunan masyarakat di PA ini juga menjadi bentuk peranan kami dalam menjaga Prokes Covid-19," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved