Berita Kebumen

Ramai Isu Pungli di Pasar Kebumen, Ini Aturan Retribusi Menurut Perda Kebumen

Seluruh pedagang yang berjualan di pasar yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen dikenakan retribusi

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Humas Setda
Bupati Kebumen menemui pedagang lesehan. 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Seluruh pedagang yang berjualan di pasar yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen dikenakan retribusi. 

Termasuk para pedagang pasar pagi Tumenggungan. Mereka dikenakan biaya retribusi yang sudah diatur dalam peraturan daerah.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kebumen Frans Haidar mengatakan, ada  retribusi untuk para pedagang yang sudah diatur dalam Perda, yakni:

1. Retribusi Pelayanan Pasar yang diatur dalam Perda No 03 Tahun 2019. Retribusi berdarkan Perda ini dibedakan berdasar tipenya, yaitu Pasar tipe A, Tipe B, Tipe C dan Tipe D. Dari semua tipe ini terbagi menjadi pedagang kios, los dan, lesehan.

"Pasar Tumenggungan termasuk kategori Tipe A, maka berdasarkan Perda Pelayanan Pasar maka rata-rata dikenakan Rp 1.000 untuk lapak lesehannya," ujarnya, Selasa (1/2/2022) 

2. Retribusi pelayanan kebersihan berdasarkan Perda No 06 tahun 2012 dan Peraturan Bupati Kebumen no 10 tahun 2015.  Semua pedagang membayar retribursi sampah rata2 sebesar Rp 500 rupiah.

3. Retribusi pengeloaan parkir berdasarkan Perda No 17 Tahun 2021. Retribusi parkir yang dimaksud adalah retribusi yang ditarik bagi semua yg menggunakan motor atau mobil berada di dalam pasar. Sebesar Rp 1000 untuk motor roda 2 dan Rp 2.000 untuk mobil.

 "Parkir di luar pasar menjadi kewenangan Dinas Perkimhub," ujar Frans.

Frans menambahkan, untuk pasar pagi Tumenggungan,  dalam satu hari pedagang ditarik retribusi Rp1.500, yakni retribusi pelayanan pasar dan kebersihan.

Ketentuan mengenai retribusi yang diatur dalam Perda tersebut berlaku bagi seluruh pasar yang dikelola Pemda Kebumen, yakni ada 40 pasar.

Selain menjelaskan retribusi, Frans mengatakan, pihaknya juga tengah mengelola pasar agar semakin tertata rapi dan bersih.

Misalnya terkait perbaikan talang air agar tidak bocor, pengadaan lampu penerang baik di dalam maupun di luar pasar, penyediaan air bersih, keamanan, pengelolaan sampah pasar dan perbaikan sarana lainnya agar pasar rakyat menjadi ramai kembali.

"Karena kita punya motto pasarku bersih, modern dan terpercaya," tuturnya.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan, bahwa pihaknya memastikan saat ini pedagang pasar pagi Tumenggungan sudah tidak ada Pungli sebesar Rp2000 per hari dan penarikan uang lapak Rp2,5 juta sampai Rp5 juta. Penarikan untuk pedagang semua sudah diatur dalam Perda.

Bupati bahkan sudah mendatangi para pedagang pasar pagi Tumenggungan pada Minggu (30/1). Kedatangan Bupati tidak lain untuk memastikan kondisi pedagang pasar pagi berlangsung kondusif, dan tidak ada pungli. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved