BEI: IPO Unicorn dan Centaur bakal Dongkrak Kapitalisasi Pasar

kondisi New Normal yang semakin kondusif dan pemulihan ekonomi nasional diharapkan dapat menjadi driver untuk mendorong korporasi melakukan ekspansi.

Editor: Vito
KONTAN/Cheppy. A Muchlis
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna Setia optimistis Initial Public Offering (IPO) perusahaan Unicorn dan Centaur dapat berkontribusi positif pada peningkatan kapitalisasi pasar bursa.

Centaur merupakan perusahaan rintisan atau startup yang berhasil memperoleh valuasi lebih besar dari 100 juta dollar AS sampai dengan 1 miliar dollar AS.

Sementara Unicorn adalah perusahaan startup yang memiliki nilai valuasi mencapai 1 miliar dollar AS hingga 10 miliar dollar AS.

“Melihat perkembangan valuasi dari perusahaan teknologi unicorn maupun centaur, kami tetap optimistis adanya kontribusi positif terhadap peningkatan kapitalisasi pasar BEI apabila perusahaan-perusahaan unicorn dan centaur tercatat nantinya,” ungkapnya.

Menurut dia, optimisme tersebut tidak lepas dari faktor perkembangan kondisi New Normal yang semakin kondusif dan pemulihan ekonomi nasional yang juga diharapkan dapat menjadi driver untuk mendorong korporasi melakukan ekspansi bisnisnya melalui pendanaan dari pasar modal.

BEI telah memetakan 50 unicorn dan centaur yang diketahui memiliki total nilai valuasi yang diungkapkan mencapai 22 miliar dollar AS.

Dari jumlah itu, sebanyak 15 perusahaan telah menyatakan rencana untuk go public. Namun, belum dipastikan kapan waktunya mereka melakukan IPO.

Nyoman menjelaskan, untuk mengakomodasi perusahaan unicorn, centaur, atau berbagai karakteristik perusahaan Indonesia yang semakin berkembang untuk tumbuh bersama Pasar Modal Indonesia, OJK bersama dengan SRO (BEI, KPEI dan KSEI) bersikap adaptif terhadap perkembangan bisnis dan industri perusahaan-perusahaan di Tanah Air dengan melaksanakan beberapa inisiatif.

Beberapa inisiatif dan kebijakan tersebut mencakup pengembangan klasifikasi sektor dan industri, menerapkan aturan OJK No. 22/POJK.04/2021 tentang Saham Hak Suara Multipel (SHSM).

Kemudian, kebijakan terkait perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A tentang pengembangan persyaratan pencatatan bagi papan utama dan pengembangan, serta ketentuan saham free float.

Selanjutnya, pengembangan notasi khusus SHSM, dan program IDX Incubator. Program IDX Incubator Road-to-IPO bertujuan memberikan capacity building program dalam rangka mengakselerasi rencana startup, serta perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah untuk melakukan IPO dan menjadi Perusahaan Tercatat di BEI.

“Kami berharap dengan adanya inisiatif dan kebijakan adaptif dari OJK bersama SRO tersebut mentrigger lebih banyak perusahaan memanfaatkan Pasar Modal Indonesia. BEI berkomitmen mendukung seluruh perusahaan-perusahaan potensial di Indonesia untuk tumbuh bersama dan optimistis bahwa tahun 2022 akan lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” tandas Nyoman. (Kompas.com/Kiki Safitri)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved