Jumlah Pelanggar Lalu Lintas ETLE Jateng Ada 90.524 Orang, Terbanyak Kota Semarang

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Agus Suryonugroho menyebut, telah merekam 90.524 pelanggaran lalu lintas menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Dirlantas Polda Jateng, Kombes Agus Suryonugroho 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Dirlantas Polda Jateng, Kombes Agus Suryonugroho menyebut, telah merekam 90.524 pelanggaran lalu lintas menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Perekaman dilakukan dari 3 Januari sampai 31 Januari 2022.

“Capture pelanggaran terbanyak ada dari Polrestabes Semarang yang merekam 3.786 pelanggaran," katanya saat memberikan paparan di depan pejabat Bapenda Provinsi Jateng dan Jasa Raharja Cabang Utama Semarang di kantor Polda Jateng, Jumat (4/2/2022).

Ia melanjutkan, adapun  pelanggaran Briva terbanyak dari Polres Boyolali mencapai 3.807 pelanggaran.

Sementara jenis pelanggaran terbanyak adalah pengendara motor tanpa helm.

"Disusul pengendara mobil yang tidak menggunakan sabuk pengaman," katanya.

Di depan para tamunya, Dirlantas menjabarkan sistematika penerapan ETLE mulai dari pencatatan pelanggaran di jalan raya hingga proses pembayaran dendanya oleh pelanggar.

Lantaran pemberitahuan pelanggaran secara elektronik, pembayaran denda pun secara elektronik melalui BRIVA.

“Segala bentuk pelanggaran sudah bisa kita capture (rekam) dan kita foto. Lalu kita konfirmasi dan validasi,” tuturnya.

Menanggapi Dirlantas, PLT Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jateng Peni Rahayu mengucapkan terimakasih kepada Ditlantas Polda Jateng atas penerapan ETLE.

Imbas dari penerapan ETLE, pihaknya  memperoleh pendapatan pajak kendaraan di bulan Januari yang targetnya 386 miliar, sekarang malah tercapai 487 miliar.

"Ini tercapai 115 persen. Alhamdulilah naik 15 persen dari target,” jelasnya

Dengan dampak baik ini, kata dia, pihaknya akan terus mengembangkan sistem yang ada bersama pihak terkait.

Tujuannya untuk mengejar ketaatan pembayaran pajak kendaraan

“Di situ kan ketika terekam pelanggaran, juga terdapat siapa saja yang belum bayar pajak kendaraan,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Tengah, Jahja Joel Lami menegaskan,  ETLE ini membawa dampak pada pembayaran asuransi Jasa Raharja

“Dampak dari sistem yang digagas pak Direktur Lalu Lintas sangat luar biasa, ada peningkatan kepatuhan masyarakat membayar premi jasa raharja,” paparnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved