Berita Kudus
Angka Kematian Ibu di Kudus Didominasi Kasus Covid-19
Angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Kudus pada 2021 tercatat ada sebanyak 21 kasus.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Kudus pada 2021 tercatat ada sebanyak 21 kasus.
Menurut suku dinas kesehatan setempat, di antara penyebabnya karena dominasi terkonfirmasi positif kasus Covid-19.
“Kematian sebagian besar karena Covid-19. Memang saat itu kasus di Kudus sedang tinggi,” kata Plh Kepala Dinas Kesehatan, dr Andini Aridewi.
Terkait penanganannya, kata Andini, pihaknya senantiasa mengedukasi dan sosialisasi kepada setiap kaum ibu terkait risiko saat hamil.
Selain itu, pihaknya juga meningkatkan pemahaman dan kompetensi setiap petugas yang bertugas melakukan edukasi dan sosialisasi.
“Dari kompetensi petugas kemudian pemenuhan sarana prasarana kemudian keterkaitan dengan pemberian pelayanan sesuai prosedur kami tingkatkan,” kata Andini.
Andini mengatakan, terkait peran Puskesmas di Kudus merupakan pelayan pertama dan terdekat kepada masyarakat. Mereka juga memiliki jejaring dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Di Kudus ada 10 Puskesmas yang bisa memberikan pelayanan persalinan dengan kegawatdaruratan. Untuk persalinan normal semua Puskesmas di Kudus bisa melakukannya,” ujar dia.
Kemudian untuk pelayanan pemeriksaan kehamilan, kata dia, di setiap Puskesmas juga memberikan fasilitas tersebut. Termasuk deteksi awal risiko kehamilan.
“Termasuk dengan screening awal. Apakah termasuk kasus hamil ibu berisiko atau tidak,” katanya.
Puskesmas juga memiliki kepanjangan tangan di setiap desa, yakni bidan desa. Dalam upaya menunkan angka kematian ibu dan bayi, bidan harus bekerja sama dengan kader Posyandu terkait screening awal risiko hamil.
“Khusus ibu hamil berisiko dan berisiko tinggi ini dalam pemantauan Puskesmas maupun faskes jejaring,” kata dia.
Selain itu, pihaknya memberikan penyuluhan kepada remaja terkait dengan pranikah. Di setiap Puskesmas juga sudah ada layanan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), maka remaja di Kudus bisa memanfaatkan layanan tersebut.
Lebih lanjut Andini mengatakan, untuk kasus AKI 2021 di Kudus terjadi kenaikan sebanyak 15 kasus dibanding tahun sebelumnya. Hal ini dipicu banyak yang meninggal terkonfirmasi Covid-19. Dari 21 kasus yang meninggal karena Covid-19 sebanyak 16 kasus.
“Kami terus upayakan penurunan angka AKI dan AKB,” kata Andini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/plh-kepala-dinas-kesejatan-kudus.jpg)