Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus : Purworejo Massee!

Lagi-lagi Purworejo sedang hangat diperbincangkan dua hari terakhir ini. Bukan viral karena bencana alam atau orang halu mengaku raja

Penulis: galih permadi | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/grafis/bram
Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi 

Oleh Galih Permadi

Wartawan Tribun Jateng

Lagi-lagi Purworejo sedang hangat diperbincangkan dua hari terakhir ini. Bukan viral karena bencana alam atau orang halu mengaku raja, tetapi karena konflik pembangunan Bendungan Bener.

Sebagian warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo menolak dilakukan pengukuran lahan oleh Badan Pertanahan Negara (BPN).

Padahal rencana pengukuran, Selasa (8/2/2022), untuk lahan milik warga yang telah setuju lahannya terkena pembebasan lahan.

Pembebasan dilakukan untuk menambang batuan andesit yang akan dipakai untuk pondasi bendungan Bener.

Dari 617 bidang lahan yang terkena pembebasan, sebanyak 346 bidang telah dibebaskan, sedangkan 133 lahan masih belum dilepas pemilik lahan. Sisanya masih abu-abu.

Warga yang menolak merasa khawatir, penambangan di desanya akan merusak sumber mata air dan sawah.

Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai petani. Mereka menganggap lahan tersebut adalah sumber kehidupan.

Ketika ditambang artinya menghilangkan penghidupan Desa Wadas yang berada di kawasan perbukitan Manoreh tersebut.

Menurut Walhi Jika hal itu terjadi, maka akan menghilangkan bentang alam.

Tindakan itu, kata Walhi, tidak ada bedanya dengan memaksa warga untuk hidup dengan kerusakan ekosistem.

Pemilihan batu andesit di Wadas, menurut Peneliti Geologi di Pusat Riset Oseanografi - BRIN, Yunia Witasari lantaran termasuk dalam batuan vulkanik yang bukan merupakan hasil erupsi gunung berapi dan diklaim cocok untuk material timbunan bendungan.

Sebagai putra daerah tentu merasa prihatin dengan konflik yang terjadi. Padahal megaproyek yang dimulai 2013 dan masuk dalam konsep segitiga emas ini ditarget rampung dan beroperasi pada 2023 mendatang.

Diharapkan ada win-win solution agar proyek Bendungan Bener segera selesai.

Kehadiran Bendungan Bener diharapkan bisa menjadi anugerah bagi warga Purworejo. Meski di setiap pembangunan ada dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Bendungan Bener yang dibangun di Desa Guntur, digadang-gadang akan menjadi bendungan tertinggi di Indonesia dan bendungan tertinggi kedua di Asia Tenggara.

Ya, bendungan ini bisa menjadi ikon baru bagi Purworejo.

Keberadaan bendungan ini bisa menjadi magnet tersendiri bagi kunjungan wisatawan. Apalagi lokasinya diapit dengan kawasan Candi Borobudur Magelang dan Bandara YIA Kulonprogo Yogya yang jaraknya hanya “sepelemparan batu”.

Bendungan Bener juga diproyeksikan mampu mengairi lahan pertanian seluas 15.069 hektare, mengurangi debit banjir sebesar 210 m3/detik dan memiliki kapasitas tampungan air 100,94 juta meter kubik.

Juga sebagai penyedia air baku untuk keperluan rumah tangga, kota dan industri sebesar 1.500 liter/detik ke 10 kecamatan di Kabupaten Purworejo, tiga kecamatan di Kabupaten Kebumen dan dua kecamatan di Kabupaten Kulon Progo.

Bendungan ini juga akan difungsikan sebagai PLTA dengan menyuplai energi listrik sebesar 6 megawatt. Lokasi bendungan yang diapit dua bukit ini akan menambah deretan tempat pariwisata seperti wisata alam dan wisata air di area bendungan. Juga dapat mengembangkan sektor perikanan.

Keberadaan bendungan diharapkan mampu mengubah nasib, wajah dan ikon baru Purworejo. Bisa menjadi kebanggan warga Purworejo dan bilang, ”Iki lho Purworejo massee!”.(*)

Baca juga: Kisah Viral Wanita Tak Sadar Hamil: Pagi Tes Kehamilan Positif, Malamnya Langsung Melahirkan

Baca juga: Alasan Polisi Tetapkan Fatimah Kader PSI Sebagai Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan AKP Novandi

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Kamis 10 Februari 2022, Sagitarius Luka Mendewasakanmu

Baca juga: Kemenkes Pastikan Kebutuhan Obat untuk Pasien Covid-19 di 34 Provinsi Cukup

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved