Berita Viral

Bappebti Klarifikasi Seusai Larang Token ASIX Anang Hermansyah Diperdagangkan

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memberi klarifikasi seusai melarang Token ASIX Anang Hermansyah diperdagangkan.

Dok.Pribadi/INSTAGRAM
Bappebti Klarifikasi Seusai Larang Token ASIX Anang Hermansyah Diperdagangkan 

Adapun token kripto ASIX milik Anang Hermasyah tersebut dirilis pada 27 Januari 2022.

Sejak dirilis, token kripto ASIX ramai dibeli oleh sederet selebritas tanah air mulai Ariel NOAH, Judika, Titi Kamal, hingga Atta Halilintar.

Sontak Token ASIX mula dikenal masyarakat dan banyak yang membelinya.

Harga Token ASIX mulai melambung tinggi.

Setelah itu, Bappebti melarang token ASIX untuk diperjualbelikan.

Melansir Twitter @InfoBappebti, larangan perdagangan token ASIX karena kripto tersebut dinilai tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Bappebti.

"Dapat kami sampaikan bahwa token ASIX dilarang untuk diperdagangkan karena tidak termasuk dalam 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan dalam transaksi aset kripto di Indonesia sesuai Peraturan Bappebti Nomor 7 tahun 2020,” sebut Bappebti dikutip dari akun @InfoBappebti, Kamis (10/2/2022).

Setelah Bappebti melarang token ASIX diperdagangkan, masyarakt mulai resah lantaran sudah membeli token tersebut.

Melalui akun Instagram miliknya @ananghijau, Kamis (10/2/2022), Anang memberi klarifikasi terkait pelarangan perdagangan token ASIX.

Menurut Anang Hermansyah, ASIX bukan dilarang diperdagangkan, tapi belum bisa diperdagangkan di exchanger Kripto Indonesia.

Sebab, kata Anang, pihaknya saat ini sedang mengurus perizinan ke Bappebti.

https://www.instagram.com/p/CZzSZJKv-4i/

"Kami ingin menjelaskan dan menanggapi issue yang ada saat ini. Asix Token bukan dilarang diperdagangkan."

"Namun belum bisa diperdagangkan di exchanger Kripto Indonesia, karena sedang dalam proses daftar ke Bappebti."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved