Insentif BI Pacu Perbankan Salurkan Kredit UMKM

kebijakan itu akan mendorong likuiditas perbankan menjadi lebih longgar, sehingga membuka ruang luas untuk meningkatkan penyaluran kredit.

Editor: Vito
Insentif BI Pacu Perbankan Salurkan Kredit UMKM
ilustrasi - Bank Indonesia

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menebar insentif bagi bank yang menyalurkan kredit di sektor prioritas dan UKMK. Pemberian insentif itu berlaku mulai Maret 2022 hingga Desember 2024.

BI memberikan insentif berupa pelonggaran atas kewajiban pemenuhan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah. Selain itu, insentif juga diberikan bagi bank yang memenuhi pencapaian rasio pembayaran inklusif makroprudensial (RPIM).

Perbankan mendukung kebijakan tersebut. Bank Negara Indonesia (BNI) misalnya, menilai kebijakan itu akan mendorong likuiditas perbankan menjadi lebih longgar, sehingga membuka ruang luas untuk meningkatkan penyaluran kredit.

Direktur Bisnis UMKM BNI, Muhammad Iqbal mengatakan, pelonggaran GWM bisa mendorong pencapaian target RPIM sebesar 30 persen pada 2024. Melalui stimulus tersebut, BNI dapat memaksimalkan penyaluran kredit UMKM.

"Pembiayaan kepada UMKM merupakan bagian rantai pasok dari nasabah korporasi dan rantai nilai pada segmen ekspor," katanya, akhir pekan lalu.

Menurut dia, insentif yang sama juga dapat memperkuat penyaluran kredit melalui ekosistem pendidikan, kesehatan, pertanian, pariwisata, hingga perikanan. Perusahaan dapat memperkuat permodalan pelaku usaha untuk tembus pasar global.

Selain itu juga memperkuat penyaluran kredit seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). BNI akan memanfaatkan pelonggaran itu untuk pembiayaan kemitraan dengan BPR, koperasi, dan fintech.

Senada, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menilai kebijakan itu dapat mendorong peningkatan proporsi kredit UMKM secara nasional.

Hal itu selaras dengan visi BRI untuk mendorong porsi kredit UMKM mencapai 85 persen. Hingga 2021, porsi kredit UMKM BRI tercatat mencapai 83,86 persen.

"Sebagai penyalur kredit terhadap UMKM terbesar di Indonesia, BRI akan terus fokus terhadap pemberdayaan UMKM, salah satunya melalui pembiayaan," terang Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto.

Untuk mencapai target tersebut, BRI mendorong pelaku usaha naik kelas lewat program edukasi dan pendampingan. Kemudian menyasar segmen ultra mikro untuk pertumbuhan baru, dibarengi digitalisasi bisnis untuk memberi layanan lebih cepat dan efisien.

Adapun, Bank Mandiri akan terus fokus membangun sektor UMKM di Indonesia. Direktur Jaringan & Retail Banking Bank Mandiri, Aquarius Rudianto menuturkan, perusahaan menyambut program ini secara terbuka.

"Bank Mandiri berkomitmen dan siap mendukung pengembangan UMKM melalui strategi portofolio pada komposisi wholesale dan retail. Kami merencanakan pertumbuhan UMKM tahun ini lebih dari 10 persen," jelasnya.

Sepanjang 2021, penyaluran kredit Bank Mandiri di sektor UMKM naik 15 persen yoy mencapai Rp 103,5 triliun berkat program KUR.

Tercatat penyaluran KUR Bank Mandiri berhasil memenuhi target pemerintah sebesar Rp 35 triliun pada tahun lalu. (Kontan.co.id/Ferrika Sari)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved