Berita Banyumas

Wartawan Banyumas Berkolaborasi Selamatkan Tanaman Endemik Kantong Semar Gunung Slamet

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyumas bersama Mahasiswa Hukum Pecinta Alam Fakultas Hukum (Unwiku) Purwokerto mengadakan penanaman kantong semar

Istimewa
Bupati Banyumas, Achmad Husein (kanan) bersama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyumas, Lilik Dharmawan (kiri) dan Mahasiswa Hukum Pecinta Alam Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma (Unwiku) Purwokerto saat melakukan penanaman kantong semar (Nephentes adrianii), Sabtu (12/2/2022).  

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyumas bersama Mahasiswa Hukum Pecinta Alam Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma (Unwiku) Purwokerto mengadakan penanaman kantong semar (Nephentes adrianii). 

 

Kantong semar tersebut merupakan tanaman endemik Gunung Slamet.


Acara penanaman tanaman endemik itu merupakan rangkaian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di wilayah Kabupaten Banyumas.

Baca juga: Jadwal Bola Serie A Liga Italia, AC Milan Vs Sampdoria, Sassuolo Vs Roma dan Atalanta Vs Juventus

Baca juga: Kesaksian Korban Selamat Ritual Maut Pantai Payangan Jember: Setelah Ombak Pertama Saya Lari

Baca juga: Jadwal Liga Inggris Malam Ini Tottenham Vs Wolves, Burnley Vs Liverpool dan Leicester Vs West Ham


Acara peringatan HPN berlangsung selama dua hari dari Jumat hingga Sabtu (11-12/2/2022) di Baturraden Adventure Forest (BAF). 


Sebelum penanaman kantong semar, PWI menggelar Diskusi Konservasi di Gunung Slamet pada Jumat malam. 


Acara tersebut juga didukung penuh oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Kantor BI Purwokerto, BAF dan lainnya. 


Sementara pada Sabtu pagi, bersama dengan Bupati Banyumas Achmad Husein, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Ketua DPRD Banyumas Budhi Setiawan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto Rony Hartawan serta pejabat lainnya. 


Mereka ikut menanam Nephentes adrianii di lereng Gunung Slamet selatan kawasan BAF.


Pegiat konservasi kantong semar dari Mahupa Unwiku, Rizki Nurzamali, mengatakan status Nephentes adrianii masuk dalam kategori langka.


Status kelangkaan species Nepenthes Adriani termasuk dalam Convention on International Trade of Endangered Species (CITES) terdapat apendiks I dan II yaitu tanaman ini tergolong hampir punah dan langka. 


"Tanaman ini masuk dalam kategori dilindungi. 


Sehingga perlu ada pelestarian. 


Apalagi untuk spesies ini di alam hanya tersisa sekitar 2.600 saja, kebanyakan di lereng Gunung Slamet," ujar Rizki kepada Tribunbanyumas.com.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved