Universitas Ivet Semarang

Kepegawaian Universitas Ivet Semarang Gelar Pelatihan, Penyamaan Persepsi, dan Ujian Asesor BKD

Universitas Ivet melalui Bagian Kepegawaian telah sukses mengelar Pelatihan, Penyamaan Persepsi dan di lanjutkan Ujian bagi Asesor Beban Kerja Dosen.

Editor: abduh imanulhaq
UNIVERSITAS IVET
Prof Rambat Nursasongko TIM BKD Kemdikbud Ristek Dikti menyampaikan materi pada kegiatan penyamaan dan uji kompetensi Asesor BKD melalui daring 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Ivet melalui Bagian Kepegawaian sukses menggelar Pelatihan, Penyamaan Persepsi, dan Ujian bagi Asesor Beban Kerja Dosen (BKD) secara blended Smelalui Zoom dan luring terbatas, Rabu (9/2).

Kegiatan yang diikuti 233 peserta ini menghadirkan TIM BKD Kemdikbud Ristek Dikti Prof Rambat Nursasongko, Tim Sister BKD Iwan Winardi dan Rizky Tito Prasetyo serta Sub koordinasi Karier Pendidik Eius Istiqomatul Fitriyah dan Hikmat.

Adapun 198 peserta dari 233 peserta pelatihan mengikuti Ujian Asesor BKD baik secara luring maupun daring.

Menurut Kepegawaian Universitas Ivet Sutopo, menjadi seorang Asesor BKD perlu memiliki kualifikasi khusus dan itu tidak mudah.

Salah satu narasumber memaparkan materi kebijakan BKD Tahun 2021 kepada seluruh peserta
Salah satu narasumber memaparkan materi kebijakan BKD Tahun 2021 kepada seluruh peserta (IST)

"Salah satunya yaitu harus mengikuti Penyamaan Persepsi BKD. Maka kami bekerjasama dengan TIM BKD Kemdikbud Ristek Dikti menyelenggarakan kegiatan ini selama 2 hari secara blended system yang diikuti ratusan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Semarang,"ujarnya.

Sutopo menjelaskan adanya BKD ini memiliki banyak tujuan terutama untuk kemajuan perguruan tinggi.

"Di antaranya meningkatkan profesionalisme dosen dalam melaksanakan tugas, meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan, meningkatkan akuntabilitas kinerja dosen, meningkatkan atmosfer akademik di perguruan tinggi, dan mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional," imbuhnya.

Menjadi seorang Asesor BKD harus memenuhi beberapa syarat di antaranya Dosen Tetap yang masih aktif dan tercatat di PD Dikti, Kualifikasi Doktor dan minimum Lektor, memiliki Sertifikat Pendidik Untuk Dosen (Serdos), mengikuti Penyamaan Persepsi BKD serta Mempunyai Nomor Identifikasi Registrasi Asesor BKD yang diterbitkan oleh Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved