Penanganan Corona

Vaksinasi Booster Baru Tercapai Tiga Persen, Bupati Sragen: Demi Target, Ini Akan Kami Paksa Sedikit

Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, penggenjotan vaksinasi booster ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam pengarahannya belum lama ini.

TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Pelaksanaan vaksinasi booster kepada lansia oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Vaksinasi tahap ketiga (booster) di Kabupaten Sragen baru tercapai tiga persen.

Hal ini membuat Pemkab Sragen melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen akan menggenjot vaksinasi tersebut.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, penggenjotan vaksinasi booster ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam pengarahan melalui zoom meeting.

Baca juga: Ditemukan Kasus Covid-19 di Sekolah Sragen, Disdik Tetap Lakukan PTM 100 Persen

Baca juga: Kesaksian Istri Terduga Teroris Asal Sragen Ditangkap Densus 88: Tidak Mengajari yang Jelek-jelek

Baca juga: Penjelasan Pengamat Terkait Penangkapan Terduga Teroris di Sukoharjo dan Sragen

Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Plupuh Sragen, Terduga Ditangkap Usai Kulakan Gas

"Arahan dari Presiden, hanya diminta penegakan protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi."

"Dosis ketiga harus dikejar karena ada yang mau expired pada 2 Maret 2022 dan akhir Februari 2022 ini untuk Astrazeneca," kata Bupati Yuni, sapaan akrabnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (15/2/2022).

Percepatan vaksinasi booster ini sejalan dengan rapat koordinasi Satgas Covid-19 di Aula Sukowati Setda Kabupaten Sragen yang dia pimpin.

Dia meminta seluruh stakeholder untuk mendukung vaksinasi booster.

Setelah mengutamakan para lansia, vaksinasi booster harus mulai disuntikkan kepada masyarakat umum.

Belum dilakukannya booster kepada masyarakat, dikatakan Yuni, membuat capaiannya masih tiga persen.

"Kalau saat ini tidak ada intervensi, semua diminta secara sukarela untuk datang ke pusat vaksinasi, ternyata baru tiga persen."

"Ini akan kami paksa sedikit."

"Sehingga nanti tidak ada vaksin yang terbuang," katanya.

Yuni pun tidak tega apabila vaksin expired sia-sia tidak disuntikkan.

Karena berguna untuk menjaga kesehatan masyarakat sehingga membuat masyarakat lebih tenang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved