Berita Jateng

Dinkes Jateng Lakukan Upaya Pencegahan Klaster Keluarga dan Perkantoran

Klaster keluarga dan perkantoran tengah menjadi sorotan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Keduanya perlu dilakukan antisipasi pencegahan

Penulis: hermawan Endra | Editor: Catur waskito Edy
Freepik
Ilustrasi covid-19 varian Omicron 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Klaster keluarga dan perkantoran tengah menjadi sorotan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Keduanya perlu dilakukan antisipasi pencegahan guna penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah Suminar mengatakan saat sudah diketahui adanya klaster penularan COVID-19, maka pihaknya langsung membuat langkah-langkah dan upaya penanganannya. Baik itu klaster keluarga, maupun klaster perkantoran. 

Menurutnya, khusus untuk klaster keluarga harus ada penanganan dan pengawasan secara serius. Tujuannya, agar tidak semakin menyebar karena tidak terkontrol dengan baik.

Yunita menjelaskan, untuk penanganan terhadap kedua klaster itu memang harus dirujuk ke isolasi terpusat milik kabupaten/kota atau provinsi. Sehingga, upaya penanganan dan penyembuhannya bisa lebih maksimal dan optimal.

"Harapannya itu adalah diisoter, isolasi terpusat. Kenapa diisolasi terpusat, supaya mereka itu tidak saling menulari lagi.

Memang agak sulit ketika mobilitas dari sisi masyarakat itu masih tinggi, misalnya laju dari mana itu kan bisa saling menularkan.

Kita belum clear ya apakah ini omicron semua apa tidak, karena masih ada varian delta.

Karena untuk menentukan itu butuh waktu lama lewat WGS, untuk melihat bahwa itu omicron atau tidak," kata Yunita.

Lebih lanjut Yunita meminta kepada kabupaten/kota se-Jateng, untuk menyiapkan kembali tempat isolasi terpusat dan juga penyediaan call center bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Sehingga, masyarakat tidak harus mendatangi rumah sakit untuk meminta bantuan pengobatan atau penanganan apabila tanpa gejala.

"Penanganan di rumah sakit hanya untuk yang sedang dan berat saja. Kalau yang gejala ringan bisa isoman, atau di isoter.

Tapi kami menyarankan untuk ke isoter saja, biar lebih mudah dalam pengelolaannya," pungkasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu mengingatkan, bahwa klaster terbesar sekarang ini adalah keluarga.

Sehingga isolasi mandiri mesti diperhatikan, kalau tidak menerapkan prokes ketat maka akan menjadi potensi penularan mengingat jenis omicron ini memiliki karakteristik yang cepat menular.

“Klaster Keluarga ada  55, sekolah 8, klaster perkantoran 4, klaster perusahaan 4.

Masyarakat kurangi kerumunan, masker menjadi sebuah kewajiban, terpenting . Tidak usah pergi jauh-jauh dulu terlebih di daerah berstatus tinggi.

ASN wajib lapor yang mau meninggalkan kantor,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Perempuan Disabilitas di Magelang Diperkosa Sampai Hamil 6 Bulan, Dilakukan Tiap Rumah Sepi

Baca juga: Nonton TV Online Ini Link Live Streaming Borneo FC Vs Bhayangkara FC BRI Liga 1 2021

Baca juga: Chord Kunci Gitar Lagu Last Pretence Sheila On 7

Baca juga: 5 Game Penghasil Uang Aman Tanpa Deposit Membayar ke DANA hingga PayPal

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved