Berita Internasional

PM Belanda Minta Maaf Atas Penjajahan di Indonesia Tahun 1945–1949

Perdana Menteri atau PM Belanda Mark Rute meminta maaf atas kekerasan ekstrem yang pernah dilakukan Belanda kepada masyarakat Indonesia selama masa pe

Editor: m nur huda
Dok. Setkab
Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di Istana Merdeka, Jakarta, November 2016. 

TRIBUNJATENG.COM - Perdana Menteri atau PM Belanda Mark Rute meminta maaf atas kekerasan ekstrem yang pernah dilakukan Belanda kepada masyarakat Indonesia selama masa perang kemerdekaan Indonesia, tahun 1945 – 1949.

Permintaan maaf tersebut disampaikan pada Kamis (17/2/2022) lantaran adanya studi penelitian terbaru yang mengungkap kekejaman dan kekerasan Belanda pada masa kolonial di Indonesia.

"Saya membuat permintaan maaf yang mendalam kepada rakyat Indonesia hari ini atas kekerasan ekstrem yang sistematis dan meluas oleh pihak Belanda pada tahun-tahun itu dan konsisten berpaling oleh kabinet sebelumnya," ujar Mark Rute, dilasir dari The Guardian, Kamis (17/2/2022).

Rutte mengimbuhkan, tindak kekerasan yang dilakukan kolonial Belanda saat itu merupakan kesalahan sistem yang terjadi.

Ia menyebutkan sistem tersebut sebagai rasa superioritas kolonial yang salah tempat.

UIpaya permintaan Belanda kepada rakyat Indonesia ini bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya, Raja Belanda Willem-Alexander juga pernah melakukan hal serupa.

Permintaan maaf Raja Belanda

Sebelumnya, Raja Belanda Willem-Alexander pernah meminta maaf atas kekerasan ekstrem yang menimpa Indonesia selama masa pemerintahan kolonial Belanda.

Pengakuan Raja Belanda Willem merupakan penyesalan pertama monarki terhadap negara Indonesia yang disampaikan secara resmi.

"Saya ingin mengungkapkan penyesalan saya dan meminta maaf atas kekerasan yang berlebihan dari Pihak Belanda pada tahun-tahun itu," kata Raja Willem-Alexander saat berkunjung ke Indonesia, seperti dilansir dari Reuters (10/3/2020).

Sebelumnya, Pemerintah Belanda juga telah meminta maaf kepada Indonesia dan membayar beberapa kerusakan kepada para penyintas atas kekerasan yang dilakukan selama pemerintahan kolonial.

Bahkan tahun 2011, Tjeerd de Zwaan, duta besar Belanda saat itu, meminta maaf atas pembunuhan pada tahun 1947 di sebuah desa di Provinsi Jawa Barat.

Dua tahun kemudian, de Zwaan juga meminta maaf atas pembunuhan pada tahun 1947 di pulau Sulawesi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved