Berita Demak

Sejarah Makam Raden Sawunggaling di Demak: Adik Raden Patah dan Turut Sebarkan Islam di Jawa

Kabupaten Demak, Jawa Tengah, memiliki sejumlah situs makam para tokoh terdahulu yang diyakini memiliki pengaruh besar dalam masa kerajaan

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG/REZA GUSTAV
Makam yang diyakini bersemayam tokoh kerajaan Demak masa lampau, Raden Sawunggaling dan istrinya di Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Kabupaten Demak, Jawa Tengah, memiliki sejumlah situs makam para tokoh terdahulu yang diyakini memiliki pengaruh besar dalam masa kerajaan, termasuk tokoh-tokoh yang menyebarkan Islam di Jawa.

Satu di antaranya yakni yang dipercaya sebagai Makam Raden Sawunggaling yang terletak di komplek permakaman, RT 6 RW 10 Kampung Sawunggaling, Kelurahan Bintoro.

Berdasarkan penuturan seorang pengurus Makam Raden Sawunggaling, Solikin, patok makam tersebut merupakan patok asli sejak zaman dahulu.

“Ukiran di patok ini sebenarnya berisi data tentang sosok Raden Sawunggaling.

Ukirannya seperti zaman kerajaan Majapahit,” ujarnya, Minggu (20/2/2022).

Menurut laman resmi pariwisata.demakkab.go.id, Raden Sawunggaling merupakan adik dari Raden Fatah, sultan pertama Kerajaan Demak

Raden Sawunggaling membantu perjuangan Sultan Fatah atas perintah Prabu Brawijaya V atau Bre Kertabumi untuk mendirikan Kerajaan Demak hingga wafat dan dikebumikan di sebuah kampung di Kelurahan Bintoro.

“Ia adalah putra ke-80 dari Brawijaya V.

Ia juga menyiarkan Islam karena keyakinannya sebagai seorang Muslim," kata Solikin.

Dari kunjungan Tribunjateng.com Kampung Sawunggaling beserta komplek makamnya, kondisi makam Raden Sawunggaling hanya dibangun dengan cungkup dari kayu jati. 

Terdapat dua makam di cungkup itu, yakni makam Raden Sawunggaling beserta istrinya.

Solikin bersama warga sendiri yang memperbaiki dan merawatnya agar tidak rusak.

Perbaikan dilakukan dengan aksi swadaya dari masyarakat untuk memberi kenyamanan bagi para peziarah. 

"Kami menghormati pendahulu kita, juga menghormati tamu-tamu yang datang ke sini agar tempat terlihat lebih bersih," kata Solikin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved