Berita Demak

Sejarah Makam Raden Sawunggaling di Demak: Adik Raden Patah dan Turut Sebarkan Islam di Jawa

Kabupaten Demak, Jawa Tengah, memiliki sejumlah situs makam para tokoh terdahulu yang diyakini memiliki pengaruh besar dalam masa kerajaan

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG/REZA GUSTAV
Makam yang diyakini bersemayam tokoh kerajaan Demak masa lampau, Raden Sawunggaling dan istrinya di Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak 

Menurut Solikin, makam Raden Sawunggaling sering dikunjungi terutama tiap Kamis malam, atau malam Jumat Wage. 

Hal itu lantaran saat malam Jumat Wage bertepatan dengan tradisi masyarakat setempat yang melaksanakan doa bersama.

“Masyarakat di sini pasarannya pada Jumat Wage, sejak dulu seperti itu," ungkapnya. 

Solikin mengatakan bahwa makam itu juga sering dikunjungi orang-orang bahkan dari luar wilayah Kabupaten Demak.

“Banyak yang mengaku datang ke makam Raden Sawunggaling atas perintah orang tertentu.

Mereka datang tanpa tahu di mana letak makam tersebut.

Setelah menyempatkan bertanya dengan warga sekitar, barulah diberi tahu letak makam Raden Sawunggaling di mana.

Hampir setiap harinya ada yang datang, tapi tidak dengan volume besar, hanya dengan mobil pribadi dan kadang ada yang datang dengan motor. 

Kalau malam Jumat Kliwon kemarin yang datang cukup banyak, lebih dari sepuluh orang.

Dari Jatim, Jabar, Solo, Banten, Batang, Blora, sudah banyak kalo sepuluh ya lewat,” ujarnya lagi.

Dinas pariwisata sendiri sampai saat ini belum menetapkan makam tersebut sebagai salah satu destinasi wisata religi secara resmi.

Solikin juga belum tau apakah tempat itu akan diangkat menjadi objek wisata.

"Jadi pemerintah bisa mengangkat ini jadi ikon, bisa saja istilahnya wisata tentang Kerajaan Demak, karena adiknya Raden Fatah masih keluarga kerajaan sehingga seharusnya bisa," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved