Berita Semarang
Jamal Ikhlas Meski Rumah dan Warung di Semarang Ludes Terbakar
Seorang pemilik rumah korban kebakaran, Jamal mengaku, ikhlas dengan kejadian kebakaran yang melalap habis rumah dan warung kelontongnya.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
Selepas api muncul dari rumah Toekiran, api merambat ke dua rumah lainnya yang berada di samping kanan kiri rumah tersebut atau di sisi utara dan selatannya.
Api cepat merambat ke dua rumah lainnya hingga menghanguskan tiga rumah tersebut.
Kebakaran paling parah dialami rumah Toekiran yang hampir seluruhnya ludes.
Sedangkan dua rumah lainnya seperti rumah milik Jamal juga hampir seluruhnya ludes.
Terutama warung kelontong milik Jamal.
Hanya rumah milik Sunoko yang masih ada sisi rumah yang selamat dari kebakaran.
Rumah milik Sunoko hanya alami kebakaran parah di sisi depan dan tengah.
Sisi belakang rumah dan samping kanan atau utara rumah masih dapat diselamatkan.
"Ya kerugian ratusan juta, di atas Rp300an juta," paparnya.
Ia menambahkan, untuk korban meninggal dunia memang tinggal sendirian di rumah tersebut.
Kondisi korban memang sakit dan tinggal seorang diri.
"Anaknya yang setiap hari ke rumah itu. Tapi kalau malam pergi ke rumahnya di wilayah Tembalang," paparnya.
Ia menyebut, sebenarnya anaknya selalu datang untuk menemui ibunya setiap hari.
Apalagi ia punya bisnis las-lasan depan rumah ibunya.
"Jadi setiap hari pasti ditengok oleh anaknya tapi pas kejadian ibunya tinggal sendirian," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Warung-kelontong-milik-Jamal-yang-ludes-terbakar-api-di-Jalan-Tandang-Raya-Jomblang-Candisari.jpg)