Berita Semarang
Jamal Ikhlas Meski Rumah dan Warung di Semarang Ludes Terbakar
Seorang pemilik rumah korban kebakaran, Jamal mengaku, ikhlas dengan kejadian kebakaran yang melalap habis rumah dan warung kelontongnya.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang pemilik rumah korban kebakaran, Jamal mengaku, ikhlas dengan kejadian kebakaran yang melalap habis rumah dan warung kelontongnya.
Peristiwa kebakaran itu terjadi di Jalan Tandang Raya, Jomblang, Candisari, Kota Semarang, Senin (21/2/2022) sekira pukul 05.00 WIB.
"Ikhlas, saya. Meski ludes rugi entah berapa saya bikin ikhlas," papar pria usia 78 tahun itu.
Ia menyebut, api diduga muncul dari rumah sisi tengah atau milik Toekiran.
Namun dalam kejadian itu, ia mengaku, tak mencari kesalahan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran Rumah di Semarang, Nenek Boniah Tewas karena Terjebak Api
Baca juga: 3 Rumah Terbakar di Semarang, Api Muncul dari Ruang Tamu Diduga Ada Korsleting Listrik
"Ya sudah berusaha ikhlaskan jadi prinsip saya kejadian ini musibah," ucapnya.
Rumahnya yang ludes terbakar api seluas 6 meter x 15 meter.
Rumah itu setiap hari kosong lantaran rumahnya sudah diberikan ke anak pertamanya.
Sedangkan anaknya memilih tinggal di Australia bersama keluarganya untuk menempuh pendidikan S3 di sana.
"Jadi rumah itu kosong sudah tiga tahun terakhir," paparnya.
Diakuinya, rumah itu memang ada usaha warung kelontong miliknya.
Namun usaha itu tak dijalankan secara maksimal karena tidak setiap hari beroperasi.
"Kalau tidak ada kegiatan saya buka, setiap hari saya tinggal di Jalan Durian tak jauh dari lokasi ini," paparnya.
Ia menyebut, ketika kejadian habis salat subuh tiba-tiba ditelpon tetangganya bahwa rumahnya di Jalan Tandang Raya terbakar.
Ia lantas menuju ke lokasi kejadian ternyata benar api sudah sangat besar.
"Ya bisa pasrah dan iklhas. Kalau ga ikhlas nanti malah dampaknya buruk," ujarnya.
Ia mengatakan, sudah lama mengenal korban meninggal.
Ia pun tahu kalau korban tinggal sendirian di rumah tersebut.
"Anak almarhumah padahal tadi sampai jam 2 pagi masih di rumah itu.
Jam 5 an malah terjadi kebakaran," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Kebakaran yang menewaskan seorang lansia terjadi di Jalan Tandang Raya, Jomblang, Candisari.
Tak hanya menewaskan seorang lansia bernama Boniah usia sekira 75 tahun, kebakaran itu juga menghanguskan tiga rumah.
Tiga rumah itu masing-masing milik Toekiran, Jamal dan Sunoko.
"Iya tiga rumah itu milik warga kami, satu rumah dihuni Korban Boniah, dua rumah lain kondisi kosong," jelas Ketua RT 3 RW 12 Jianto (45) kepada Tribunjateng.com.
Ia menyebut, api muncul dari rumah Toekiran.
Api diduga muncul dari ruang tamu rumah tersebut.
Kejadian diketahui pukul 05.00.
Kebakaran itu membuat warga geger lantaran api berkobar begitu hebat.
Kemudian di dekat lokasi kejadian juga merupakan kawasan padat penduduk.
"Dugaan api muncul dari ruang tamu rumah almarhum Toekiran. Sebab kebakaran diduga korsleting listrik," bebernya.
Selepas api muncul dari rumah Toekiran, api merambat ke dua rumah lainnya yang berada di samping kanan kiri rumah tersebut atau di sisi utara dan selatannya.
Api cepat merambat ke dua rumah lainnya hingga menghanguskan tiga rumah tersebut.
Kebakaran paling parah dialami rumah Toekiran yang hampir seluruhnya ludes.
Sedangkan dua rumah lainnya seperti rumah milik Jamal juga hampir seluruhnya ludes.
Terutama warung kelontong milik Jamal.
Hanya rumah milik Sunoko yang masih ada sisi rumah yang selamat dari kebakaran.
Rumah milik Sunoko hanya alami kebakaran parah di sisi depan dan tengah.
Sisi belakang rumah dan samping kanan atau utara rumah masih dapat diselamatkan.
"Ya kerugian ratusan juta, di atas Rp300an juta," paparnya.
Ia menambahkan, untuk korban meninggal dunia memang tinggal sendirian di rumah tersebut.
Kondisi korban memang sakit dan tinggal seorang diri.
"Anaknya yang setiap hari ke rumah itu. Tapi kalau malam pergi ke rumahnya di wilayah Tembalang," paparnya.
Ia menyebut, sebenarnya anaknya selalu datang untuk menemui ibunya setiap hari.
Apalagi ia punya bisnis las-lasan depan rumah ibunya.
"Jadi setiap hari pasti ditengok oleh anaknya tapi pas kejadian ibunya tinggal sendirian," ungkapnya.
Kebakaran terjadi di Jalan Tandang Raya, Jomblang, Candisari, Kota Semarang, Senin (21/2/2022) sekira pukul 05.00 WIB.
Nahas, kebakaran itu menewaskan satu orang yakni Boniah usia sekira 75 tahun.
Perempuan renta itu terjebak kobaran api di dapur yang berada di belakang rumah.
"Iya korban meninggal dunia alami luka bakar 100 persen, seluruh tubuh kebakar," terang relawan Semarang Mamat kepada Tribunjateng.com.
Korban saat dievakuasi posisi duduk bersandar di tembok.
Di tubuh korban hanya menempel kaus.
"Saat kami angkat korban hanya pakai kaus saja.
Kondisi kasihan karena korban sakit diduga hendak menyelamatkan diri namun sudah tak bisa," katanya.
Ia menyebut, korban tinggal di rumah itu seorang diri.
Ketika kejadian korban berada di dapur bukan di kamarnya.
Pihak relawan dan petugas Damkar sempat kebingungan mencari korban yang awalnya diinformasikan berada di kamarnya.
"Kami awalnya sisir kamar korban tapi kosong.
Tapi saat kami cek seluruh rumah ternyata korban ditemukan di dapur," terangnya.
Kebakaran tersebut melalap tiga rumah masing-masing milik Toekiran, Sunoko, dan Jamal.
Api muncul dari rumah milik Toekiran yang berada di tengah.
Kemudian api melalap dua rumah yang berada di utara dan selatannya.
"Iya lalap tiga rumah," terang Mamat.
Tim Damkar menerjunkan tujuh unit truk pemadam.
Api berhasil dipadamkan pukul 05.30.
Petugas meninggalkan lokasi kejadian pukul 07.30.
Tim Inafis Polrestabes Semarang yang sudah berada di lokasi kejadian telah melakukan olah tempat kejadian.
Mayat korban sudah dievakuasi ke RSUP Kariadi Semarang.(Iwn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Warung-kelontong-milik-Jamal-yang-ludes-terbakar-api-di-Jalan-Tandang-Raya-Jomblang-Candisari.jpg)