Berita Sragen

Seorang Kakek di Gondang Sragen Ditemukan Istri Tergantung di Sumur Tua

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kapolsek Gondang AKP Sudarmaji mengatakan korban menggantungkan diri dengan sebuah tali senar

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
Polres Sragen
Tim dari Polsek Gondang, Polres Sragen ketika melakukan olah TKP di sebuah sumur tua di Dukuh Karangrejo, RT 05, Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang yang digunakan korban menggantungkan diri, Senin (21/2/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Seorang kakek ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di sebuah sumur tua di Dukuh Karangrejo, RT 05, Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.

Kakek tersebut diketahui bernama Suyatno (74) warga setempat.

Kakek tersebut menggantungkan diri di sumur tua yang berada di dekat rumahnya, Senin (21/2/2022).

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kapolsek Gondang AKP Sudarmaji mengatakan korban menggantungkan diri dengan sebuah tali senar. 

AKP Sudarmaji mengatakan tali senar warna kuning dengan panjang lima meter tersebut dikaitkan dengan leher korban dengan palang besi di atas sumur tua.

Baca juga: 10 Tahun Merantau, Tili yang Bebaskan Buaya Berkalung Ban Akan Pulang ke Sragen, Doa Ibu Terkabul

Baca juga: Perjalanan Indra Kenz, Crazy Rich Medan yang Kini Tersangkut Kasus Afiliator Binomo

Korban awalnya ditemukan pertama kali oleh istri korban, Suyati (63).

Suyati berteriak meminta tolong kepada warga usai dirinya melihat sang suami tergantung.

Lantas teriakan tersebut didengar oleh tetangga korban yang bermaksud akan pergi ke sebuah hajatan di desa setempat.

"Mendengar suara tersebut tetangga lari mendatangi lokasi suara dan mendapati istri korban sedang menolong korban. Dibantu dengan warga masyarakat lain untuk menurunkan korban," kata AKP Sudarmaji.

Ketika di turunkan tersebut, diketahui korban masih dalam keadaan hidup sehingga warga membawa korban kerumah.

Namun sesampainya di rumah, korban meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut warga melaporkan ke Polsek Gondang guna penyelidikan lebih lanjut. AKP Sudarmaji mengatakan hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada diri tubuh korban.

Ditemukan luka bekas jeratan tali senar pada leher korban dengan kedalaman luka 0,5 mili. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki jenazah dilakukan outopsi.

"Jenazah korban langsung kami serahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan sebagaimana adat yang berlaku di masyarkat tersebut," katanya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved