Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Jokowi: Indonesia Harus Mampu Merajai Produsen Kendaraan Listrik

Jokowi mengatakan, pemerintah sangat serius dalam mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, termasuk dalam menyediakan ekosistem kendar

Editor: m nur huda
IST
Proyeksi jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada 2030 mencapai 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan Kolaborasi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik antara BUMN dengan swasta, terdiri dari Pertamina, Gesits, Gojek, TBS Energi Utama, Electrum, serta Gogoro, perusahaan teknologi asal Taiwan.

Jokowi mengatakan, pemerintah sangat serius dalam mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, termasuk dalam menyediakan ekosistem kendaraan listrik dari industri hulu hingga ke hilir.

Hal itu untuk mencapai target pemerintah untuk Indonesia menurunkan emisi sebanyak 29 persen di 2030, dan mencapai target emisi nol atau net zero emission pada 2060.

"Maka dengan didukung oleh ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir, diharapkan negara Indonesia betul-betul mampu merajai, menjadi produsen dari kendaraan listrik," ujarnya, dalam acara Peresmian Kolaborasi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik, Selasa (22/2/2022).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menargetkan, setidaknya ada 2 juta kendaraan listrik di Indonesia yang bisa digunakan masyarakat untuk kegiatan sehari-hari. Ia pun ingin, ke depan RI tak sekedar menjadi produsen, tetapi juga eksportir kendaraan listrik.

"Kita targetkan juga nanti di 2025 ada 2 juta kendaraan listrik bisa digunakan oleh masyarakat Indonesia, dan selanjutnya kita akan menuju ke pasar-pasar ekspor," imbuhnya.

Jokowi pun mengapresiasi upaya yang dilakukan para pelaku industri untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang baik di Indonesia. Ia berharap, ke depan baterai kendaraan listrik bisa semakin berkembang dengan kapasitas daya yang lebih besar.

Sementara pada motor listrik, Indonesia sudah mampu memproduksinya. Satu di antaranya Gesits, produksi dari Wika Industri Manufaktur, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, yang diharapkan kapasitas produksinya semakin meningkat.

"Sudah ada Gesits yang juga akan ditingkatkan lagi kapasitas produksinya. Mungkin kerja sama dengan perusahaan dari Taiwan, Gogoro, misalnya, sehingga betul-betul ekosistem kendaraan listrik terbangun, dan siap berkompetisi dengan negara-negara lain," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga sempat melihat bagaimana proses penggantian baterai atau battery swapping pada motor listrik. Menurutnya, proses penggantian baterai praktis dan tidak memakan waktu lama bagi pengendara.

"Saya kira proses manajemen seperti ini yang diinginkan pemakai-pemakai kendaraan. Itu akan menarik minat semua orang untuk masuk ke kendaraan listrik, karena lebih murah, dan yang paling penting tidak menimbulkan polusi," tandasnya. (Kompas.com/Yohana Artha Uly/Tribun Jateng Cetak)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved