Berita Sragen

Kabupaten Sragen Naik ke PPKM Level Tiga, Ini Perbedaannya

PPKM di Kabupaten Sragen naik ke level 3, setelah bertahan beberapa bulan di PPKM level 2.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Sejumlah pemuda tampak berkumpul di Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen pada malam hari. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sragen naik ke level 3, setelah bertahan beberapa bulan di PPKM level 2.

Kenaikan level ini dikarenakan perkembangan kasus Covid-19 di Sragen terus meningkat. Data dari situs resmi corona.sragenkab.go.id mencapai 597 kasus.

Meskipun naik level, Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto menyampaikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sragen masih digelar 100 persen.

"PTM melihat situasi dan kondisinya saja kita kembalikan ke masing-masing sekolahan dan tetap 100 persen," kata Tatag, Rabu (23/2/2022).

Dia melanjutkan, jika ditemukan satu kasus positif di sekolah tinggal dilakukan isolasi mandiri terhadap siswa tersebut. Untuk teman satu kelas dilakukan tracing.

Sementara jika ditemukan lima kasus lebih dalam satu kelas bisa dilakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau PTM kapasitas 50 persen.

"Kalau di sekolah ada yang positif tinggal isoman, kalau lebih dari lima bisa PJJ atau 50 persen. Beda lagi kalau satu sekolah terkonfirmasi," katanya.

Kegiatan Masyarakat

Sementara untuk kegiatan masyarakat seperti hajatan, Tatag mengatakan mulai diberlakukan 50 persen. Begitupun kegiatan ekonomi, pihaknya tidak akan melarang, namun 50 persen dari kapasitas ruangan.

Hal yang sama juga diberlakukan di obyek wisata di Sragen. Tatag mengaku wisata di Sragen tetap buka namun sesuai aturan PPKM level tiga.

Tatag melanjutkan saat ini yang paling utama adalah masyarakat patuh protokol kesehatan. Wajib menggunakan masker, menjauhi kerumunan hingga mengurangi mobilitas.

Dirinya tidak menampik kasus Covid-19 di Sragen terus naik. Namun dirinya meng-klaim angka kesembuhannya cepat dan banyak.

"Kasus Covid-19 memang terus naik, tapi kesembuhannya juga cepat dan banyak. Kita harus bersabar dengan Covid-19 seperti kata Pak Luhut," katanya.

Kendati demikian, Tatag mengingatkan saat ini yang harus diwaspadai adalah masyarakat yang mempunyai komorbid, lansia hingga yang belum vaksin Covid-19.

Dirinya mengajak seluruh masyarakat yang belum menerima vaksin Covid-19 agar segera vaksin. Terlebih vaksin dosis ketiga atau booster, dirinya meminta masyarakat segera vaksin.

"Masyarakat yang belum vaksin ayo vaksin, bahkan sekarang booster sudah bisa bagi yang sudah vaksin dosis kedua tiga bulan lalu," ajaknya.

Tatag mengaku animo masyarakat untuk vaksin booster memang tidak seperti dahulu. Dia mengaku harus memberikan penyadaran masyarakat pentingnya booster.

Menurutnya, saat ini masyarakat sudah menganggap Covid-19 seperti flu biasa. Padahal setiap orang memiliki imunitas yang berbeda-beda. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved