Kripto Makin Diminati: Jangan Beli Token Artis Gara-gara Ngefans

booming kripto artis mirip fenomena toko kue artis. Masyarakat harus mempelajari terlebih dahulu fundamental dari token artis.

Editor: Vito
tribunnews
ilustrasi aset Kripto bitcoin 

Penyanyi jebolan akademi dangdut, Lesti Kejora dan pasangannya, Rizky Billar, turut merambah dunia metaverse dengan mendirikan Leslarverse. Dalam proyek tersebut, mereka juga akan merilis Leslar Coin dan NFT untuk membeli avatar.

Aset kripto semakin digemari masyarakat selama hampir 3 tahun terakhir. Bukan hanya bitcoin atau ethereum, saat ini masyarakat juga tertarik memiliki kripto lain untuk mengeruk keuntungan dari potensi kenaikan harga.

Momentum itu dimanfaatkan sejumlah pihak untuk memompa animo masyarakat terhadap satu jenis kripto, atau biasa dikenal dengan istilah "pompom".

Hal ini kerap dilakukan dengan cara mempromosikan satu jenis produk investasi secara berlebihan dan tidak objektif.

Belakangan, beberapa artis atau public figure kerap mempromosikan kripto secara masif. Sejumlah pihak bahkan menilai promosi yang dilakukan secara masif itu menjurus terhadap praktik pompom kripto.

Sampai saat ini, terdapat 229 aset kripto yang resmi terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Selain itu, Bappebti juga telah mengeluarkan izin operasi kepada 15 pedagang aset kripto.

Daftar lengkap aset dan pedagang kripto itu dapat diakses melalui situs resmi Bappebti. "Di luar itu tentunya ilegal," ucap Kepala Biro Peraturan Perundang-Undangan dan Penindakan Bappebti, Aldison Karorundak . (Kompas.com/Rully R Ramli)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved