Berita Semarang

Satpol PP Kota Semarang Bongkar 22 Lapak PKL di Sepanjang Jalan Hadi Soebeno Mijen

Satpol PP Kota Semarang membongkar 22 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di sepanjang Jalan Hadi Soebeno, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mije

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
Dok. Satpol PP Kota Semarang
Satpol PP Kota Semarang membongkar lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di sepanjang Jalan Hadi Soebeno, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Rabu (23/2/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang membongkar 22 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di sepanjang Jalan Hadi Soebeno, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Rabu (23/2/2022).

Hal itu untuk mendukung proyek pelebaran jalan.

Sebelumnya, Satpol PP telah memberi batas waktu hingga 22 Februari kepada pedagang untuk membongkar secara mandiri.

Lapak yang belum dibongkar lalu dibongkar petugas menggunakan alat berat. Pembongkaran hanya dilakukan bagian teras lapak yang menjorok ke jalan.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, ada 190 lapak PKL yang berdiri sepanjang Jalan Hadi Soebeno.

Dia mengapresiasi para pedagang yang telah membongkar lapaknya secara mandiri.

Meski demikian, masih ada 22 lapak yang belum dibongkar dan harus ditindak Satpol PP.

Dia pun menyayangkan hal ini.

"Tadi ada 22 lapak yang teras belum dibongkar. Tadi kami bongkar agar sama rata. Padahal, kemarin sudah disosialisasikan oleh Pak Camat agar bongkar sendiri," katanya.

Dia menjelaskan, para pedagang menempati lahan milik Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Kendal atau Perhutani.

Keberadaan mereka tak berizin alias liar. Namun, pihaknya masih memberi kelonggaran para pedagang untuk tetap bisa berjualan. Hanya saja diminta untuk mengepras lapak mereka.

"Mereka ini tidak bayar ke Perhutani maupun Pemkot. Mereka tidak bayar retribusi apapun. Ini jelas salah. Mereka pakai tanah negara puluhan tahun. Kalau pada komplain, nanti saya ratakan semua," tegasnya.

Di sisi lain, lanjut Fajar, persoalan di Jalan Hadi Soebeno setiap pagi dan sore adalah kemacetan.

Maka, Pemerintah Kota Semarang berencana melakukan pelebaran jalan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Proyek pelebaran jalan ini secara otomatis menggerus teras lapak para pedagang yang memakan bahu jalan. Sehingga, harus dilakukan pembongkaran.

"Daerah sini kalau pagi dan sore sudah macet. Mau keluar maupun masuk Semarang sudah macet. Sudah kami rapatkan dengan pihak gabungan adanya pelebaran jalan," papar Fajar. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved