Berita Tegal

Warga Masih Bertahan di Posko Pengungsian Korban Tanah Bergerak Desa Dermasuci, Ini Harapannya

Warga yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, sampai saat ini masih bertahan di posko pengungsian

desta leila kartika
Suasana di posko pengungsian warga yang terdampak bencana alam tanah bergerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Adapun sementara waktu warga mengungsi di posko yang berlokasi di halaman SDN 01 Dermasuci, Jumat (25/2/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Warga yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, sampai saat ini masih bertahan di posko pengungsian yang berlokasi di halaman SDN 01 Dermasuci.

Adapun lokasi tersebut, merupakan area yang dirasa paling aman dari bencana tanah bergerak dibandingkan area lainnya.

Sesuai pantauan Tribunjateng.com di lokasi pada Jumat (25/2/2022), tenda pengungsian terlihat masih ada di area sekolah, baik yang digunakan untuk tempat istirahat warga, posko kesehatan, maupun untuk relawan, dapur umum, dan lain-lain.

Mengingat berada di dalam area sekolah, maka ruang kelas yang ada juga dimanfaatkan untuk tempat istirahat warga yang mengungsi.

Sedangkan para siswa SDN 01 Dermasuci, tetap melaksanakan pembelajaran meskipun secara terbatas dan memanfaatkan rumah warga, di halaman depan ruang kelas maupun musala setempat.

Toilet umum juga sudah tersedia dengan jumlah yang cukup banyak, sehingga warga tidak perlu khawatir ketika ingin mandi atau buang air karena fasilitas sudah dilengkapi.

Salah satu warga yang mengungsi karena rumahnya terdampak tanah bergerak, Suwarni, mengungkapkan ia sudah sekitar dua minggu berada di posko pengungsian bersama sang suami.

Kebetulan dua anaknya  tidak ada di rumah karena sedang mondok di salah satu pondok pesantren. 

Suwarni bercerita, rumahnya yang beralamat di RT 05/RW 02, Desa Dermasuci ini terdampak tanah bergerak terutama bagian belakang (dapur) nya yang ambles.

Ditanya apakah benar-benar tidak bisa ditempati, Suwarni menuturkan sebetulnya bisa tapi dibagian depan saja. 

Namun ia dan sang suami khawatir jika tetap nekat tinggal di rumah ada bencana susulan, sehingga memutuskan sementara waktu tinggal di posko pengungsian.

"Saya kurang lebih sudah dua minggu disini, tidurnya di tenda bareng dengan warga yang lainnya. Kondisi rumah saya ambles terutama dibagian belakang, mau nekat tinggal di rumah tapi takut ada retakan susulan, jadi sementara mengungsi dulu sampai kondisinya jauh lebih baik," ungkap Suwarni, pada Tribunjateng.com, Jumat (25/2/2022).

Dikatakan, untuk kebutuhan sehari-hari warga yang mengungsi seperti makan, minum, sarana untuk mandi, dan lain-lain sudah terpenuhi semuanya atau bisa disebut tidak ada masalah.

Suwarni menyebut, warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan nantinya mendapat bantuan material (pasir, semen, batu bata, dan lain-lain).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved