Berita Tegal

Warga Masih Bertahan di Posko Pengungsian Korban Tanah Bergerak Desa Dermasuci, Ini Harapannya

Warga yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, sampai saat ini masih bertahan di posko pengungsian

desta leila kartika
Suasana di posko pengungsian warga yang terdampak bencana alam tanah bergerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Adapun sementara waktu warga mengungsi di posko yang berlokasi di halaman SDN 01 Dermasuci, Jumat (25/2/2022). 

Sedangkan yang mengalami kerusakan parah, maka akan menempati rumah relokasi yang sudah disiapkan Pemkab Tegal.

"Kalau saya ya harapannya rumah bisa segera diperbaiki, sehingga bisa melaksanakan aktivitas seperti biasa. Kalau bencana tanah bergerak saya baru pertama kali mengalami karena yang tahun sebelumnya di RT sebelah," tuturnya.

Untuk mengisi waktu luang di Posko Pengungsian, ibu-ibu juga melakukan kegiatan membuat kerajinan tangan memanfaatkan bekas bungkus kopi.

Adapun kegiatan tersebut diinisiasi oleh komunitas rumah sambung Kabupaten Tegal.

Sementara itu, Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal yang stanby di lokasi posko pengungsian, Abdi Fria Sandi, menjelaskan bahwa di posko pengungsian setiap malamnya juga diadakan kegiatan belajar bersama.

Selain itu, untuk menghibur para anak-anak beberapa juga sering ada yang mengisi untuk trauma healing seperti membacakan buku dongeng, menyanyi bersama, bermain bersama, dan masih banyak lagi.

"Alasan kami mengadakan kegiatan belajar malam, karena menurut informasi dari guru SDN 01 Dermasuci pada tanggal 7 Maret mendatang akan ada ujian sekolah, sehingga kami tergerak untuk mengadakan belajar bersama supaya para siswa tetap bisa menjalankan ujian dengan baik," jelas Abdi.

Terpisah, Bupati Tegal Umi Azizah, mengatakan bahwa untuk kebutuhan makan dan minum sudah terpenuhi dengan baik.

Sementara untuk relokasi rumah warga yang terdampak terutama yang rusak berat, sampai saat ini masih dalam tahap proses dan baru dua rumah yang sudah dibangun.

Sedangkan untuk jumlahnya sendiri sementara seusai data terakhir yaitu ada 80 rumah warga yang direlokasi.

Tapi Umi menyebut sifatnya dinamis, atau dalam artian menyesuaikan kondisi nantinya seperti apa.

Namun Umi berharap semoga tidak ada penambahan lagi, atau tidak ada bencana tanah bergerak susulan.

"Dua rumah yang sementara baru dibangun, dana berasal dari iuran Baznas, Korpri, dan kami juga terus berupaya melalui APBD maupun pemerintah pusat. Intinya warga yang rumahnya sudah ambruk dan dibangun di atas tanah yang rawan longsor harus direlokasi," pungkasnya. (dta)

Baca juga: Skenario Rusia Serang Ukraina Mirip Invasi ke Georgia: Menghancurkan dan Membunuh

Baca juga: Sediakan 4 Ribu-an Dosis Hari Ini, Kapolres Demak Ingin Cepat Tuntaskan Target Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Chord Kunci Gitar Lagu Belahan Jiwa The Virgin

Baca juga: Usia Kerja Warga Blora Ada 467.018 Orang, Tapi Baru 10 Persen Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved