Kendal PPKM Level 3, Sekolah Tatap Muka Hanya 4 Jam

Wahyu Yusuf Akhmadi menerangkan, semua sekolah dari jenjang SMP ke bawah boleh melangsungkan PTM dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Siswa SDN 3 Bandengan Kendal melaksanakan pembelajaran tatap muka 100 persen, Senin (17/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kembalinya Kabupaten Kendal ke level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak pada keberlangsungan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen yang sudah berjalan.


Kini, 575 sekolah dasar (SD), 108 SMP, 21 sekolah non-formal, dan lebih dari 700 Paud/TK kembali menerapkan PTM dan pembelajaran jarak jauh (PJJ).


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi menerangkan, semua sekolah dari jenjang SMP ke bawah boleh melangsungkan PTM dengan kapasitas maksimal 50 persen.


Sisanya, pembelajaran dilakukan dengan PJJ untuk mengurangi kapasitas kelas dalam rangka mencegah penularan Covid-19.


Selain itu, kata dia, jam pelajaran juga dipangkas. Dari semula 6 jam pelajaran saat PTM 100 persen, kini menjadi 4 jam pelajaran.


Untuk jenjang Paud dan TK, setiap satu jam pelajaran berdurasi 30 menit.


Sedangkan jenjang SD dan SMP, masing-masing 35 menit dan 40 menit per jam pelajaran. 


"PTM tetap jalan, dengan kapasitas 50 persen. Jam pelajaran menjadi 4 jam," terangnya, Minggu (27/2/2022).


Wahyu memastikan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan terus melakukan penanganan terhadap siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang terpapar Covid-19.


Meski terdapat siswa dan guru positif Covid-19 di beberapa sekolah, kata dia, tidak ada klaster penyebaran Covid-19 tingkat sekolah di Kabupaten Kendal.


Ia berharap, pembelajaran langsung di sekolah tetap berjalan meski harus dilakukan dengan pembatasan.


"Kami tetap pantau terus jalannya PTM ini. Jika ada siswa atau gurunya terpapar Covid-19, kami minta untuk dihentikan sementara 5 hari untuk tracing dan testing. Kami evaluasi terus setiap pekannya, dan sekolah kami minta laporkan hasil evaluasi harian," tuturnya.


Kepala SMPN 1 Cepiring Zubaidi menerangkan, di sekolahnya sudah menerapkan skema pembelajaran tatap muka maksimal 50 persen.


Selebihnya dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh.


Selain itu, lama pembelajaran tatap muka juga sudah disesuaikan dengan aturan yang ada. Yakni, 4 jam pelajaran setiap harinya.


Zubaidi tidak menerapkan skema shifting untuk mengoptimalkan tenaga pendidik yang ada.


"Yang ikut PTM di sekolah hanya pagi saja, satu shift secara bergantian. Yang lain ikut PJJ," tutur dia. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved