Berita Kudus

Bupati Kudus: Pemadam Kebakaran Harus Simulasi di Permukiman Padat Penduduk

Bupati Kudus berharap personel pemadam tak hanya gelar simulasi di gedung pemerintahan.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Kepala Satpol PP Kudus, Kholid Seif (kiri) dan Bupati Kudus HM Hartopo (kanan). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo berharap personel pemadam kebakaran tidak hanya menggelar simulasi penanganan kebakaran di gedung pemerintahan.

Sebab, hal itu dinilai lebih mudah ketimbang harus simulasi di permukiman padat penduduk.

Bagi Hartopo, keterampilan pemadam kebakaran harus diasah melalui simulasi di medan sulit. \

Di permukiman padat penduduk misalnya, dengan jalan hanya berupa lorong.

Sepeda motor yang hanya bisa melintas. Di situlah kecapakan anggota pemadam kebakaran diuji.

"Ketika permukiman akses jalannya yang bisa masuk hanya sepeda motor, atau lorong tikus di situlah kalau ada simulasi maka tidak akan kesulitan dalam penangannnya nanti," katanya.

Di sisi lain, kata dia, pemadam kebakaran pelat merah juga harus senantiasa menjalin koordinasi dengan pemadam kebakaran swasta.

Diketahui di Kudus hampir setiap perusahaan besar memiliki unit pemadam kebakaran. Misalnya PT Djarum, Pura, Sukun, dan Nojorono.

Para personelnya berikut mobil pemadam kebakarannya juga senantiasa diterjunkan saat kebakaran melanda.

Koordinasi ini, kata Hartopo, tidak hanya saat penanganan kebakaran sahaja.

Barangkali koordinasi dan kolaborasi bisa dilakukan saat bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat umum terkait penanggulangan dan penanganan dini bencana kebakaran. (*)

 

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved