Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Konflik Rusia dan Ukraina

Kapten Tim Liga Turki Aykut Demir Menolak Kenakan Kaus Soidaritas untuk Ukraina, Bukan Karena Rusia

Sosok pemain Liga Turki menjadi perbincangan karena menolak mengenakan kaus solidaritas untuk Ukraina bertulis 'No War'

Editor: rival al manaf
twitter.com/tribundergi
Aykut Demir tak kenakan kaus solidaritas Ukraina, kritik FIFA dan UEFA. 

TRIBUNJATENG.COM, TURKI - Sosok pemain Liga Turki menjadi perbincangan karena menolak mengenakan kaus solidaritas untuk Ukraina bertulis 'No War'

Meski demikian alasannya menolak bukan karena sang pemain mendukung Rusia.

Ia mengungkap alasannya justru sembari mengkritisi kebijakan FIFA.

Pemain tersebut adalah Aykut Demir yang juga kapten klub BB Erzurumspor, 

Baca juga: Rusia atau Ukraina yang Didukung? Negara-negara Liga Arab Dibuat Bingung

Baca juga: Menteri Pertahanan Bulgaria Dipecat Setelah Komentar Terkait Invasi Rusia ke Ukraina

Baca juga: Rusia Kerahkan Kekuatan Besar-besaran, Konvoi Sepanjang 64 Kilometer Menuju Kiev Ukraina

Demir menolak mengenakan kaus solidaritas bertuliskan 'No War' di laga melawan Ankaragucu dalam lanjutan Liga Turki.

Pembuka laga Erzurumspor melawan Angkaragucu, para pemain kedua klub mengenakan kaus solidaritas bertulis 'Savasa Hayir No War' ditujukan penolakan invasi Rusia ke Ukraina.

Namun ada satu pemain yang tidak mengenakan kaus tersebut, sebagai bentuk protes terhadap dunia yang hanya melihat insiden di Eropa.

Dilansir BolaStylo.com dari Sportbible, sosok tersebut adalah pemain asal Turki keturunan Belanda yang merupakan bek Erzurumsport, Aykut Demir.

Dalam laporan yang sama, Demir mengkritisi FIFA yang hanya melihat konflik di Eropa sementara hal yang sama sudah terjadi di Timur Tengah selama bertahun-tahun.

"Ribuan orang meninggal setiap hari di Timur Tengah. Saya juga merasa sedih."

"Saya merasakan kesedihan dari orang-orang yang tak bersalah tersebut," ucap Demir.

 "Mereka yang mengabaikan penganiayaan di sana (Timur Tengah) kini melakukan hal seperti aksi solidaritas ini ketika terjadi di Eropa."

"Saya tidak ingin mengenakan kaus tersebut karena kaus itu tidak ditujukan pada negara-negara Timur Tengah." imbuhnya.

Sejak Rusia melakukan operasi militer ke Ukraina, banyak dukungan yang mengalir ke negara tersebut utamanya negara-negara Barat, seperti Amerika Serikat.

Baca juga: Video Toleransi di Perayaan Juara Liverpool, Saat Minamino Menghormati Pemain Muslim Sadio Mane

Baca juga: Jadwal Coppa Italia,AC Milan vs Inter Milan Tersaji Malam Ini, Fiorentina vs Juventus Setelahnya

Baca juga: Jadwal Leg Kedua Liga Champion, Liverpool Vs Inter Milan hingga Real Madrid Vs PSG

FIFA dan UEFA bahkan sudah mengeluarkan sanksi untuk Rusia, baik untuk tim nasional maupun klub-klub asal negara Beruang Merah tersebut.

Timnas Rusia tidak akan berlaga di play-off Piala Dunia 2024, kemudian status venue St Petersburg sebagai tuan rumah final Liga Champions 2021-2022 juga dicabut.

Sementara Rusia kena banned dari Piala Dunia oleh FIFA, UEFA memilih Stade de France markas timnas Prancis sebagai tuan rumah baru final Liga Champions. (*)

 

Sumber: BolaStylo.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved