Berita Boyolali

Paguyuban Kades di Boyolali Minta Kenaikan Gaji & THR, Pemkab: Sekarang Sudah Tinggi

Sedangkan untuk memberikan gaji ke-13 kepada Kades beserta perangkatnya itu, Pemkab Boyolali musti mengeluarkan Rp 6 miliar.

Editor: m nur huda
Net
Ilustrasi Gaji Kades 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Paguyuban Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengusulkan adanya tambahan gaji berupa gaji ke-13 saat Lebaran dan Tunjangan Hari Raya (THR).

Namun, permintaan Paguyuban Kades di Boyolali untuk mendapatkan gaji ke-13 saat lebaran nanti bakal sulit terkabul. 

Paguyuban Kades ini sebelumnya mengadu ke DPRD, mereka meminta kesejahteraan mereka ditambah. 

Namun, permintaan tersebut sepertinya sulit terkabul.

Sebab, saat ini anggaran Pemkab masih untuk penanganan Pandemi.

Sedangkan untuk memberikan gaji ke-13 kepada Kades beserta perangkatnya itu, Pemkab Boyolali musti mengeluarkan Rp 6 miliar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Yulius Bagus Triyanto mengatakan, usulan dan harapan para kades ini masih dikaji lebih lanjut.

Apakah diperlukan untuk memberikan gaji dan THR. Pemkab tetap mempertimbangkan kemampuan APBD dan penanganan pandemi covid-19.

Pertimbangan lainnya, gaji serta tunjangan kades dan perangkat desa dinilai sudah tinggi.

"Kalau dihitung kasar, para kades meminta gaji ke-13 meski kita tetap lihat kemampuan APBD. Kalau misal dialokasikan gaji 13, maka taksirannya bisa mencapai Rp 6 miliar. Itu untuk 261 kades, carik dan perangkat desanya. Itu sangat banyak, dan saat ini masih pandemi. Kita masih fokus pada penanganan pandemi," terangnya, kepada TribunSolo.com, Selasa (1/3/2022).

Sedangkan soal kenaikan gaji, Yulius menyebut jika gaji kades, carik dan perangkat desa sudah cukup tinggi.

Bahkan dibandingkan daerah lain, Boyolali masih lebih tinggi.

Jika rata-rata gaji kades dan perangkat disamakan dengan pegawai negeri sipil (PNS) golongan 2A, atau berkisar Rp 2,8 juta. 

"Kalau di Boyolali, gaji kades itu seperti golongan 2A plus 10 persen. Bisa mencapai Rp 3 jutaan lebih, itu sesuai penghasilan tetap (Siltap) yang dianggarkan di APBD. Belum tunjangan lain-lain dari desa. Rata-rata kades di Boyolali sudah menerima Rp 5 juta per bulan," terangnya.

Yulius merincikan gaji kades bisa mencapai Rp 3 juta lebih. Sedangkan gaji sekdes mencapai Rp 2,8 juta.

Itu belum ditambah uang tunjangan dari desa, tunjangan untuk kades ini berasal dari tanah eks bengkok yang disewakan.

Sehingga tunjangan yang diterima tiap kades bisa berbeda-beda. Tergantung banyaknya tanah eks bengkok yang disewakan. 

"Jadi gaji lurah itu sudah Rp 5 jutaan plus tunjangan dan lain-lain. Hampir semua kades penghasilannya segitu. Jadi kalau ada tuntutan kenaikan gaji dan pemberian THR, kalau saya melihat kekuatan APBD. Jadi ketika APBD mampu, mungkin dikabulkan. Tapi pertimbangan lainnya, kita masih menghadapi pandemi covid-19," tegasnya. (*)
 

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Paguyuban Kades Boyolali Minta Naik Gaji & THR, Pemkab Sebut Sulit Terkabul: Perlu Dana Rp 6 Miliar

Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved