Paguyuban Kades Pati Minta Motor Dinas Baru yang Merk PCX atau KLX, Netizen Lomba Nyinyir

Paguyuban Kepala Desa atau Kades Kabupaten Pati meminta motor dinas baru yang bermerk PCX atau KLX.

istimewa
All New Honda PCX150. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Belakangan ini, permintaan para kepala desa (Kades) di Pati yang ingin mendapat motor dinas baru ramai jadi perbincangan di media sosial.

Sebelumnya, para Kades yang tergabung dalam Paguyuban Solidaritas Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Pati (Pasopati) memang telah menyampaikan aspirasi mereka terkait hal ini melalui DPRD setempat.

Bahkan, dalam audiensi di DPRD yang berlangsung Kamis (24/2/2022) lalu, sejumlah kepala desa mengusulkan motor PCX dan KLX sebagai kendaraan dinas baru untuk menggantikan kendaraan dinas lama yang telah berusia 10 tahun.

Hal ini memicu perbincangan hangat warganet.

Baca juga: Paguyuban Kades di Boyolali Minta Kenaikan Gaji & THR, Pemkab: Sekarang Sudah Tinggi

Tampilan KLX 150 yang berada di Dealer Kawasaki PT. Sinar Gemala Sakti yang berada di Jalan Majapahit,Semarang, Kamis (18/10/2018)
Tampilan KLX 150 yang berada di Dealer Kawasaki PT. Sinar Gemala Sakti yang berada di Jalan Majapahit,Semarang, Kamis (18/10/2018) (Pingky Anggraeni)

Di antaranya di kolom komentar unggahan akun Instagram @patisakpore, @octria_siska menulis, "Perbaiki dulu kinerjanya, baru minta kendaraan dinas. Mosok motore anyar dijeglong-jeglongke. Nanti rusak minta ganti lagi."

Banyak pula warganet yang menyoroti bahwa anggaran pemerintah daerah lebih baik difokuskan untuk memperbaiki jalan yang rusak.

Mengingat selama musim hujan ini banyak jalan aspal yang berlubang.

"Nek iso sing sederhana wae gak usah apik-apik. Penting dalane do diapiki ben motore lancar nek lewat ndi wae. (Kalau bisa yang sederhana saja, tidak usah terlalu bagus. Yang penting jalan diperbaiki supaya motor lancar kalau lewat mana saja)," komentar @kun_doro di unggahan yang sama.

Menanggapi hal ini, Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa keinginan para Kades tersebut adalah hal yang wajar.

"Karena (usia kendaraan dinas kades) sudah 10 tahun. Sejak saya awal menjabat. Kalau anggaran ada ya tidak masalah. Tapi kalau tidak ada anggaran ya kami tidak bisa memaksakan," ujar Haryanto, Rabu (2/3/2022).

Ia menambahkan, terkait hal ini, pihaknya akan mencoba melakukan penghitungan anggaran.

Namun ia belum bisa memastikan kapan realisasinya.

"Nanti kita lihat dari penghitungan anggaran. Masuknya di (tahun anggaran) 2023 atau 2022 Perubahan," ujar dia.

Haryanto menambahkan, pihaknya juga tidak bisa menentukan kendaraan dinas baru untuk kades jenis apa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved