Berita Pekalongan

Museum Batik Pekalongan Tambah Koleksi, Motif Abstrak Suku Pedalaman Asal Jambi, Ini Keunikannya

Batik khas Jambi meskipun bukan batik lawasan, namun memiliki keunikan tersendiri yang belum ada di Museum Batik Pekalongan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Kepala Museum Batik Pekalongan, Akhmad Asror memperlihatkan batik motif abstrak suku anak dalam hasil hibah dari pengusaha asal Jambi, Kamis (3/3/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Semakin memperkaya khazanah perbatikan di Museum Batik Pekalongan, batik motif abstrak suku anak dalam pewarna alam terpajang di Ruang Pamer Nusantara.

Batik tersebut merupakan batik asli asal Jambi, hibah dari Rikzam seorang pengusaha sekaligus perajin batik.

Kepala Museum Batik Pekalongan, Akhmad Asror mengatakan, Batik khas Jambi meskipun bukan batik lawasan, namun memiliki keunikan tersendiri yang belum ada di Museum Batik Pekalongan.

Baca juga: Kader PKK Kota Pekalongan Dilibatkan Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan

Baca juga: Bunda PAUD Pekalongan Inggit Soraya Minta Pembelajaran Anak Usia Dini Harus Melalui Permainan

Baca juga: Polisi Bakal Rutin Cegatan Selama 2 Minggu di Pekalongan, Ada 7 Target Pelanggaran

Baca juga: Cegah Abrasi Air Laut, 800 Pohon Mangrove Ditanam di Pesisir Pekalongan

Karena selain dari luar Jawa, juga proses pembuatannya secara kontemporer atau kekinian dengan pewarna alam.

"Rencana juga akan ada hibah batik dari Bandung dan dari Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara (warisan dari simbah)."

"Semoga bisa menambah koleksi batik di sini," kata Kepala Museum Batik Pekalongan, Akhmad Asror kepada Tribunjateng.com, Kamis (3/3/2022).

Asror menyebutkan, saat ini koleksi batik di Museum Batik Pekalongan ada sekira 1.307.

Kemudian, koleksi batik yang populer yakni Batik Jlamprang.

Karena, polanya dianggap menarik pengunjung.

Selain itu juga batik-batik lawas.

Sementara itu, Ratna (30) pengunjung dari Bandung yang kali pertama berkunjung ke Museum Batik Pekalongan mengungkapkan kebanggaannya.

"Ternyata batik itu kaya sekali."

"Tak hanya ada di Jawa, tetapi Sumatera, Bengkulu, dan Irian juga ada."

"Ini ada batik seperti lukisan, kalau dikenakan kok sayang, bagus jika dipajang," katanya. (*)

Baca juga: Buruh Jateng: Pernyataan Sikap Menaker Ida Fauziyah Belum Jelas, Terkesan Sekadar Redam Gejolak

Baca juga: Daripada Mangkrak, Saluran Irigasi Pengolahan Teh Disulap Jadi Wisata River Tubing Karanganyar

Baca juga: DLH Kota Semarang Cek Tumpukan Sampah Seluas Lapangan Bola di Pesisir Tambakrejo

Baca juga: Empat Siswa MI Miftahul Maarif Patah Tulang Tangan dan Kaki Seusai Kecelakaan Bus Kalingga Jaya

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved