Konflik Rusia Ukraina

Perang Rusia vs Ukraina Naikan Harga Minyak Dunia, Pengamat Ekonomi Sarankan Hal Ini ke Pemerintah

Perang Rusia vs Ukraina berdampak kepada kenaikan harga minyak dunia yang menembus angka US$ 105 per barrel.

Editor: rival al manaf
istimewa
Dr. Fahmy Radhi, MBA 

TRIBUNJATENG.COM – Perang Rusia vs Ukraina berdampak kepada kenaikan harga minyak dunia yang menembus angka US$ 105 per barrel.

Kenaikan harga minyak dunia saat ini sangat tidak menguntungkan bagi Indonesia, karena selama ini Indonesia merupakan negara pengimpor minyak.

Pengamat Ekonomi dan Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi berpendapat pemerintah harus menyikapi kenaikan harga minyak tersebut secara bijak.

Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya memantau perkembangan saja, tetapi juga harus mengantisipasi dan membuat proyeksi harga minyak yang menjadi dasar dalam mengambil keputusan terkait harga BBM di dalam negeri.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Terbakar Konflik Rusia-Ukraina: Subsidi BBM Membengkak

Baca juga: Dampak Perang Rusia-Ukraina, Pengamat: Harga BBM Mesti Naik

Baca juga: Dampak Perang Rusia-Ukraina, Pertamina Kaji Penyesuaian Harga BBM

"Kalau pemerintah tidak melakukan penyesuaian harga, Pertamina akan menjual BBM di bawah harga keekonomian, dan ini akan memberatkan APBN," katanya.

Menurut Fahmy, kenaikan harga bisa dilakukan terlebih dulu untuk produk Pertamax Series yang konsumennya berada di kisaran angka 20 persen dari total konsumsi gasoline secara nasional, sehingga tidak akan terlalu mempengaruhi inflasi.

Selain itu, saat ini juga merupakan momentum bagi pemerintah untuk menghapus Premium untuk mengurangi beban subsidi APBN.

"Saya rasa ini juga momentum bagi pemerintah untuk menghapus Premium, karena konsumsinya sekarang juga tinggal 5 persen."

"Itupun hanya di luar Jawa. Ini juga akan mengurangi beban subsidi APBN," ungkap Fahmi.

Terkait dengan harga Pertalite, Fahmy menilai, belum perlu dilakukan penyesuaian, mengingat konsumen Pertalite saat ini masih cukup besar, yang mencapai 70 persen.

Jika harga Pertalite dinaikkan, maka hal ini akan berimbas pada inflasi dan daya beli masyarakat.

"Penyesuaian harga harus secepatnya dilakukan, karena eskalasi perang diperkirakan akan panjang, dan saya rasa harga minyak bisa terus meningkat," ujar Fahmy.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko menuturkan, masyarakat diharapkan tidak panik terkait dengan kenaikan harga minyak dunia pada saat ini.

Menurutnya, stok bahan bakar minyak di Jawa Tengah masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved