Harga Sudah Tembus Rp 1 Juta/gram, Investasi Emas Antam Menjanjikan

logam mulia (LM) dinilai sebagai investasi jangka panjang yang cukup menjanjikan, dengan harganya cenderung stabil dan terus menunjukkan kenaikan.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Vito
Saiful Ma'sum
Emas Antam 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Kota Semarang sudah menembus lebih dari Rp 1 juta/gram. Penguatan harga pada akhir pekan lalu membuat si kuning itu berada di level Rp 1.009.000 per gram.

Dalam pergerakannya, harga emas Antam sempat berada di level Rp 981.000/gram pada Selasa (1/3) lalu. Harga tersebut kemudian naik Rp 10.000 pada Rabu (2/3) menjadi Rp 991.000 per gram.

Harga terus menanjak pada Jumat sebesar Rp 3.000 menjadi Rp 994.000/gram, dan pada Sabtu (5/3) kembali naik Rp 15.000 hingga menempatkan emas Antam di posisi Rp 1.009.000 per gram.

Adapun, logam mulia (LM) dinilai sebagai investasi jangka panjang yang cukup menjanjikan. Pasalnya, harga LM di Indonesia cenderung stabil dan terus menunjukkan kenaikan.

Pengamat Pasar Modal dari Esandar Arthamas, Lukman Hqeem mengatakan, potensi investasi LM sangat menarik sejak awal 2022. Apalagi, harga emas dunia terus mengalami kenaikan yang signifikan, sehingga akan menguntungkan bagi pihak yang berinvestasi LM.

Menurut dia, ada dua faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas saat ini. Pertama, terkait dengankenaikan inflasi di sejumlah negara besar dan di tingkat dunia, yang disebut sangat mengkhawatirkan.

Kedua, situasi geopolitik yang membawa ketidakpastian dan gangguan pada proses pertumbuhan ekonomi usai dihantam pandemi covid-19.

Lukman memaparkan, invasi Rusia ke Ukraina yang terjadi awal Maret 2022 semakin memperkeruh situasi, dan membuat stabilitas politik di Eropa terganggu.

Kondisi yang demikian ini membuat emas sebagai aset yang dikenal sebagai pengaman investasi, atau safe haven atas situasi yang tidak menentu, dan menjadi pelindung saat inflasi tinggi, sebagai alat hedging, mendapatkan panggungnya untuk bersinar kembali.

"Dengan demikian, emas sebagai aset investasi sangat menjanjikan dewasa ini," jelasnya.

Lukman menyatakan, dari tahun ke tahun harga LM memiliki kecenderungan naik. Ada kalanya harga LM mengalami koreksi, tetapi lebih cenderung karena dorongan faktor teknis, biasanya investor ritel membukukan keuntungannya.

Sementara bagi investor besar, termasuk bank-bank central, harga emas tersebut justru menjadi peluang mereka mengakumulasi pembelian kembali.

LM di pasar Indonesia, sambung Lukman, sempat menyentuh harga premium mendekati Rp 1,2 juta per gram, dan kini diperdagangkan Rp 1 juta lebih per gram.

"Melihat fundamental dan teknikal yang ada, LM saat ini sangat menarik bagi investor untuk melakukan pembelian dan investasi. Emas dalam bentuk batangan logam mulia memiliki tingkat likuiditas yang baik," paparnya. (Tribun Jateng/Idayatul Rohmah/Kontan.co.id/Yudho Winarto)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved