Berita Nasional

Menag Gus Yaqut Ingin Hadirkan Paus Fransiskus ke Indonesia Secara Langsung

Menteri Agama (Menag) H Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut berkeinginan mengundang pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus ke Indonesia.

Editor: m nur huda
photovat.com
Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut dan jajaran pimpinan bersalaman dengan Paus Fransiskus seusai menyampaikan dokumen GP Ansor Declaration on Humanitarian Islam, di Vatikan, Rabu (25/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, DENPASAR - Menteri Agama (Menag) H Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut berkeinginan mengundang pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus ke Indonesia.

Menag Gus Yaqut mengatakan, ia ingin mengajak Paus Fransiskus melihat indahnya keberagaman masyarakat Indonesia.

“Saya ingin menghadirkan Paus Fransiskus ke Indonesia untuk melihat langsung indahnya keberagaman di Indonesia, sekaligus menyapa umat Katolik Indonesia secara langsung,” ujar Menag saat memberikan sambutan pada Pertemuan Nasional Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia di Nusa Dua, Denpasar, Bali, Senin (7/3/2022), sebagaimana dikutip dari website https://kemenag.go.id/

Baca juga: Menag Gus Yaqut Kukuhkan 9 Kiai Jadi Majelis Masyayikh Pesantren, Berikut Daftarnya

Baca juga: Viral Video Menag Yaqut Pegang Pipi Istri, Tantri KotaK Klarifikasi: Saya Berhak Meluruskan

Gus Yaqut berharap, ketika kondisi sudah normal dari pandemi covid-19, rencana tersebut dapat diwujudkan.

"Saya minta Pak Plt Dirjen Katolik menjajaki rencana mengundang beliau," sambung Menag di hadapan pemimpin perwakilan umat Katolik se-Indonesia. 

Menag Yaqut Cholil Qoumas saat memberi sambutan pada Pertemuan Nasional Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI
Menag Yaqut Cholil Qoumas saat memberi sambutan pada Pertemuan Nasional Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI (Istimewa/kemenag.go.id)

Hadir, Uskup Keuskupan Agung Palembang sekaligus Ketua Komisi HAK KWI Mgr. Dr. Yohanes Harun Yuwono, Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI RD.

Agustinus Heri. Turut mendampingi Menag, Stafsus Wibowo Prasetyo dan Abdul Qodir, serta perwakilan PKUB Kemenag RI.

Menag lalu berkisah tentang pertemuannya dengan pemimpin Gereja Katolik sekaligus Kepala Negara Vatikan Paus Fransiskus itu pada 2019 silam.

Menag mengapresiasi keterbukaan Paus Fransiskus dalam menerima perbedaan. 

"Saya bercerita tentang keindahan toleransi di Indonesia dan beliau (Paus Fransiskus) mengaku sangat mencintai Indonesia," kata Menag. 

Pertemuan Nasional Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia mengusung tema Penguatan Moderasi Beragama untuk Mendukung Masyarakat yang Damai dan Inklusif Demi Pembangunan yang Berkelanjutan.

Menag mengapresiasi pertemuan nasional ini yang juga membahas konsep moderasi beragama dalam perspektif umat Katolik

"Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan, karena selain mendiskusikan penguatan moderasi beragama, juga akan merumuskan langkah strategis, sistematis, dan simultan untuk merawat persaudaraan dan kerukunan," jelasnya. 

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan jajaran pimpinan bersalaman dengan Paus Fransiskus seusai menyampaikan dokumen GP Ansor Declaration on Humanitarian Islam, di Vatikan.
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan jajaran pimpinan foto bersama Paus Fransiskus seusai menyampaikan dokumen GP Ansor Declaration on Humanitarian Islam, di Vatikan, Rabu (25/9/2019). (photovat.com)

"Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi dan sumbangsih bagi penguatan moderasi beragama, demi terwujudnya masyarakat yang harmonis, rukun, damai, dan inklusif menuju Indonesia yang maju dan sejahtera," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved