Anjlok, Harga Emas Terseret Minyak Dunia

Anjloknya harga emas Antam seiring dengan penurunan harga emas dunia sebesar 3 persen pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Vito
Tribun Jateng / Ruth Novita Lusiani
Emas Antam 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga emas batangan PTAneka Tambang Tbk (Antam) di Kota Semarang pada Kamis (10/3), berada di level Rp 1,014 juta/gram. Harga tersebut anjlok Rp 26.000 dari hari sebelumnya, Rabu (8/3), yang mencapai Rp 1,04 juta/gram.

Anjloknya harga emas Antam seiring dengan penurunan harga emas dunia sebesar 3 persen pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Hal itu didorong penurunan harga minyak mentah yang membuat aset berisiko rebound, dan akhir ambil untung yang dilakukan investor.

Mengutip CNBC, Kamis (10/3), harga emas dunia di pasar spot anjlok 3,3 persen menjadi di level 1.983,96 dollar AS/ons troi.

Ini menghentikan reli yang sempat membawa emas menyentuh level di atas 2.000 dollar AS/ons troi untuk pertama kalinya sejak Agustus 2020.

Sementara, harga emas berjangka Comex New York Exchange melorot 2,7 persen menjadi 1.988,20 dollar AS/ons troi.

“Segalanya tidak bisa terus naik. Pada titik tertentu, tingkat keseimbangan harus dicapai,” ujar Edward Meir, Analis ED&F Man Capital Markets.

Perang Rusia-Ukraina menunjukkan beberapa deeskalasi pada Rabu kemarin, dan membuat harga minyak dunia jatuh, setelah sempat melambung akibat kebijakan AS dan Inggris melarang impor minyak dari Rusia.

Kondisi itu memberikan beberapa bantuan ekonomi setelah sejumlah komoditas terus mengalami inflasi.

Adapun, harga minyak mentah dunia terkoreksi setelah adanya pernyataan dari Uni Emirat Arab dan Irak yang menyatakan bersedia untuk meningkatkan produksi minyak mereka, dan akan meminta hal yang sama dari aliansi penghasil minyak global OPEC+.

Hal itu sebagai respons untuk mengisi kekosongan pasokan dari Rusia.

Adapun pada perdagangan Selasa lalu, harga minyak mentah berjangka Brent sempat menyentuh level 131 dollar AS/barel, usai AS dan Inggris menyatakan melakukan embargo pada minyak produksi Rusia. Namun pada Kamis, harga minyak mentah Brent merosot ke level 111 dollar AS/barrel.

Meski demikian, sejumlah ahli memperkirakan harga minyak mentah dunia bisa menembus level 200 dollar AS per barrel, bahkan skenario terburuk Rystad Energy harga minyak global bisa mencapai 240 dollar AS per barrel.

Lonjakan harga itu akan terjadi jika negara-negara barat memberlakukan lebih banyak sanksi terhadap ekspor minyak Rusia. Kondisi harga minyak yang tinggi tersebut diprediksi dapat menyebabkan percepatan resesi global pada tahun ini. (Tribun Jateng/Idayatul Rohmah/Kompas.com/Yohana Artha Uly)


Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved