Berita Ungaran

Seni Pari Corek, Wajah Ganjar Terlukis di Sawah Seluas 1.250 meter

Wajah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, terlukis di sawah seluas 1.250 meter persegi.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: sujarwo
Dokumen Lodji Londo
Gambar Ganjar Pranowo di Sawah Bergas Lor dekat Lodji Londo Cafe dengan drone. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Wajah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, terlukis di sawah seluas 1.250 meter persegi.

Gambar itu bisa dinikmati di Desa Bergas Lor Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang, atau tepatnya Lodji Londo, Kamis (10/3/2022).

Wajah Ganjar yang terlukis di s

Gambar Ganjar Pranowo di Sawah Bergas Lor dekat Lodji Londo Cafe dengan drone.
Gambar Ganjar Pranowo di Sawah Bergas Lor dekat Lodji Londo Cafe dengan drone. (Dokumen Lodji Londo)

awah itu, disusun oleh Sidik Gunawan, petani warga setempat bersama enam temannya.

Proses penggambaran wajah itu dimulai dari Februari 2022 lalu.

"Jadi itu awalnya disketsa dengan tali, kemudian sketsanya ditanami padi untuk membentuk wajah Ganjar Pranowo," jelasnya.

Sehingga, padi-padi tersebut tumbuh dan gambar wajah Ganjar Pranowo terlihat jelas.

"Pas padinya tumbuh, gambar wajah bisa semakin jelas. Apalagi kalau lihatnya pakai drone," kata Gunawan. 

Untuk menggambar wajah Ganjar, Gunawan menggunakan padi IR 64 untuk warna hijau dan padi wulung untuk yang berwarna hitam.

"Menggambar wajah Gambar Ganjar ini kesusahannya mungkin sabar dan butuh rasa seni," katanya.

Alasan ia menggambar wajah Ganjar adalah karena kesukaannya dengan sosok Ganjar.

Selain itu, juga dari banyaknya permintaan yang muncul pada kolom komentar akun Tiktok Lodji Londo.

"Dulu saat saya membentuk gambar wajah untuk logo Lodji Londo itu viral sampai 7.7M viewers, Setelah viral, di komen postingan itu banyak yang minta pak Ganjar," terangnya. 

Dia menyampaikan penggambaran wajah Ganjar ini tidak terkait politik apapun, tapi lebih kepada apresiasi terhadap kepala daerah. 

"Termasuk juga cara kami menyampaikan aspirasi, karena petani ini saat ini sangat terhimpit karena saat panen pun tidak pernah mendapat keuntungan, jadi kami berharap perhatian dari pemerintah," katanya.

Ia mengatakan, Kelompok Tani Bergas Lor Pokdarwis Dewi Sri akan mengembangkan kesenian 'pari corek' untuk menjadi ikon wisata daerah.

"Kami berharap ada yang beda, jadi tidak hanya menjual view sawah dan gunung, tapi ada juga seni yang ditampilkan di sawah ini," ungkapnya. 

Dia berharap, petani selain bisa mendapat pemasukan dari hasil padi yang terpanen, juga bisa menikmati pendapatan dari kunjungan wisatawan.(rad)

"Ini masih bisa dikembangkan, ada lahan kurang lebih 20 hektare yang memiliki potensi," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved