Kemenparekaf Fasilitasi Fotografer Jateng Ikuti Sertifikasi

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memfasilitasi fotografer di Jawa Tengah mengikuti sertifikasi kompetensi profesi.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memfasilitasi fotografer di Jawa Tengah mengikuti sertifikasi kompetensi profesi.

Sertifikasi tersebut dilaksanakan di Hotel Mahima Semarang, Selasa (15/3/2022), diikuti sebanyak 50 fotografer yang dijaring melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Fotografi Indonesia (LSPFI).

Subkoordinator Uji Kompetensi, Direktorat Standardisasi Kompetensi Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Wahyu Hidayat mengatakan, fasilitas berupa sertifikasi ini sebagai dorongan Kemenparekraf dalam mewujudkan SDM yang unggul.

Dengan sertifikasi tersebut, diharapkan para fotografer mampu bersaing di dunia kerja baik di dalam negeri maupun luar negeri karena sudah tidak diragukan terkait keterampilan dan pengalamannya di bidang fotografi.

"Harapan kami apa yang kami canangkan ini bisa memberikan kesempatan kepada anak-anak muda terutama anak-anak yang punya skill akademi dan kompeten untuk mempunyai sertifikat profesi.

Karena jangan sampai jika kesannya kita tuan rumah tapi besok orang asing yang jadi tuan rumah di negara sendiri, terutama masalah pekerjaan yang sat ini di fotografi. Ke depan, talenta-talenta atau skill yang ada di Semarang terutama ini akan lebih berbobot lagi," kata Wahyu kepada tribunjateng.com di sela kegiatan sertifikasi kompetensi profesi.

Wahyu melanjutkan, fasilitas sertifikasi yang diberikan Kemenparekraf kepada LSPFI sendiri merupakan satu dari sekian fasilitas sertifikasi yang juga akan diberikan kepada LSP lain seperti di bidang musik, kreator film, dan lainnya.

Menurutnya, kuota fasilitas sertifikasi tahun 2022 ini mencapai 2000 orang. Adapun fasilitas untuk LSPFI diberikan untuk 200 fotografer.

"Tahap pertama ini diselenggarakan di Semarang karena LSP fotografi sini ada di Jakarta. Kemudian untuk skema sertifikasi fotografi ini kami serahkan ke LSPFI dan tentunya dalam penjaringan peserta melewati berbagai seleksi jadi tidak cuma ambil," jelasnya.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Fotografi Indonesia (LSPFI) Ricky Purnamahadi menambahkan, sertifikasi kompetensi profesi fotografer ini dilakukan dengan skema fotografer junior.

Sebanyak 50 peserta tersebut dilakukan asesmen oleh tim asesor terpilih dari LSPFI.

Ia juga mengatakan, peserta sertifikasi tersebut sebelumnya telah dilakukan penjaringan yakni telah memenuhi dua syarat yaitu mempunyai surat pelatihan berbasis kompetensi dan sudah bekerja minimal satu tahun di bidang fotografi.

"Pelaksanaan kami gelar di Semarang ini kami utamakan fotografer di Jateng supaya bisa tersertifikasi. Tapi ini berlaku juga untuk seluruh WNI.

Setelah Semarang, dalam waktu dekat kami juga gelar di Medan, Bandung, dan Lampung. Kuota masing-masing 50 peserta," kata Ricky. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved