Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kisah Kecerdasan Nabi Sulaiman Putra Nabi Daud AS

Berikut cerita 25 nabi dan rasul tentang kisah Nabi Sulaiman, putra Nabi Daud AS yang dikaruniai kecerdasan oleh Allah SWT.

Tayang:
Penulis: non | Editor: galih permadi
mendongeng.com
Kisah Kecerdasan Nabi Sulaiman Putra Nabi Daud AS 

Kisah Kecerdasan Nabi Sulaiman Putra Nabi Daud AS

TRIBUNJATENG.COM - Berikut cerita 25 nabi dan rasul tentang kisah Nabi Sulaiman, putra Nabi Daud AS yang dikaruniai kecerdasan oleh Allah SWT.

Nabi Sulaiman lahir di Palestina.

la adalah putra Nabi Daud.

Nabi Sulaiman menjadi raja menggantikan Nabi Daud.

Sulaiman mempunyai beberapa kelebihan dan mukjizat diantaranya bisa mengerti bahasa binatang dan menundukkan bangsa jin.

Dengan kehendak Allah, Sulaiman bisa memindahkan istana kerajaan Saba dan akhirnya menikah dengan Ratu Balgis.

Sulaiman wafat di Baitul Maqdis, dan baru diketahui ketika Sulaiman tersungkur karena tongkatnya lapuk dimakan rayap.

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu-bapakku

dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi; dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang saleh.”

Nabi Daud mengajak Sulaiman untuk menghadiri sebuah persidangan.

Nabi Daud bertindak sebagai seorang hakim.

Di hadapannya, dua orang laki-laki yang bertikai meminta Daud untuk menyelesaikan permasalahan mereka.

Kedua orang laki-laki tersebut merupakan dua orang yang saling mengenal.

Laki-laki pertama adalah seorang peternak.

Sementara itu, laki-laki kedua adalah seorang pemilik kebun.

“Tuan, sesungguhnya kambing-kambing milik teman saya ini senantiasa memakan tanaman-tanaman di kebun saya pada waktu malam hari.

Hal ini telah membuat tanaman saya rusak.Akibatnya, saya mengalami kerugian.

Oleh karena itu, saya mohon kepada Tuan untuk membuat keputusan atas permasalahan ini,” kata si pemilik kebun.

Nabi Daud bertanya kepada si pemilik kambing, “Benarkah apa yang dikatakan oleh orang ini tentang kambing-kambingmu itu?”

“Benar Tuan, kambing-kambing saya memang telah merusak kebunnya dengan memakan tanaman-tanaman yang ada di sana,” jawab si pemilik kambing.

Daud mulai berpikir untuk membuat keputusan yang seadil-adilnya. Tidak lama kemudian,

Daud berkata, “Baiklah, jika memang demikian, aku putuskan agar pemilik kambing menyerahkan kambing-kambingnya sebagai ganti rugi

atas rusaknya tanaman pemilik kebun.”

Namun, tiba-tiba Sulaiman berbicara, “Wahai Ayah, bolehkah aku memberikan pendapat atas permasalahan ini?” tanya Sulaiman dengan hormat.

Daud berkata, “Jika engkau memiliki pandangan yang lain atas keputusanku, aku persilakan engkau untuk berbicara.”

“Ayah, menurutku, si pemilik kambing harus menyerahkan kambing-kambingnya kepada si pemilik kebun.

Si pemilik kebun harus merawat, namun bisa mengambil manfaatnya dari kambing-kambing tersebut untuk keperluannya.

Si pemilik kambing diharuskan untuk memperbaiki kebun dan merawatnya hingga kembali kepada keadaan yang sebelumnya.

Setelah itu, si pemiliki kambing bisa mendapatkan kembali kambing-kambingnya dan si pemilik kebun mendapatkan kembali kebunnya yang telah diperbaiki.

Dengan demikian, tidak ada seorang pun yang merasa dirugikan,” jelas Sulaiman dengan penuh semangat.

Keputusan yang diusulkan oleh Sulaiman ternyata diterima dengan baik oleh kedua belah pihak.

ulaiman pun mendapat sambutan yang hangat dari orang-orang yang menghadiri persidangan tersebut.

Mereka kagum dengan kecerdasan dan ketelitian yang dimiliki Sulaiman meskipun usianya masih muda.

Melihat anaknya mampu membuat keputusan yang lebih baik dari dirinya,

abi Daud pun semakin yakin bahwa Sulaiman pantas menggantikan dirinya sebagai seorang raja kelak.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved