Berita Tegal

Komplotan Perampok Darussalam Incar Karyawan Bulog sejak dari Bank

Kapolres Tegal Kota, AKBP Rahmad Hidayat mengatakan, para tersangka sudah mengamati calon korban sejak di kantor bank. Setelah mengamati, tersangka me

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda
fajar bahruddin achmad
Kapolres Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat, menunjukkan wajah kedua pelaku spesialis perampokan nasabah bank dalam konferensi pers di Mapolres Tegal Kota, Senin (14/3/2022). Pelaku berhasil ditangkap di Jawa Timur.  

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Polres Tegal Kota berhasil menangkap dua perampok yang kerap menyasar nasabah bank. Kedua pelaku tertangkap di wilayah Mojokerto dan Jombang, Jawa Timur.

Tersangka bernama Darussalam (38) dan Boby Anwar (38), asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan.

Mereka tertangkap setelah merampok uang nasabah bank, yang merupakan karyawan Bulog Cabang Pekalongan. Nilainya mencapai Rp 250 juta.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Rahmad Hidayat mengatakan, para tersangka sudah mengamati calon korban sejak di kantor bank. Setelah mengamati, tersangka membuntuti sampai lokasi tujuan korban, yakni kantor Bulog di Jalan Kolonel Sugiono, Kota Tegal.

"Setelah itu, mereka masuk diam-diam (ke area kantor Bulog) dengan melompati pagar. Tersangka masuk, lalu langsung memecahkan kaca kendaraan dan mengambil uang korban di mobil," kata Rahmad dalam konferensi pers di Mapolres Tegal Kota, Senin (14/3).

Rahmad menjelaskan, peristiwa itu terjadi, Senin (7/3) pekan lalu, pukul 15.40. Pelaku mengambil uang korban Rp 250 juta.

Rahmad mengatakan, Polres Tegal Kota kemudian berhasil menangkap pelaku di wilayah Mojokerto dan Jombang, Jawa Timur. Mereka diduga akan melakukan aksi serupa di daerah tersebut. Saat para pelaku ditangkap, uang hasil perampokan di tangan mereka hanya tersisa Rp 1,5 juta.

"Dalam kurun waktu empat hari kami berhasil mengamankan pelaku. Ada dua orang, mereka diamankan di Mojokerto dan Jombang," jelasnya.

Rahmad menambahkan, kedua tersangka tersebut merupakan perampok spesialis dan berkelompok. Mereka sudah melakukan aksi kejahatan di Sungai Buluh, Kalimantan, Batam (Kepulauan Riau), dan bahkan Kuala Lumpur, Malaysia.

“Salah satu tersangka merupakan residivis yang pernah menjalani hukuman di Batam,” katanya.

Sementara di Kota Tegal, pengakuan dari tersangka baru untuk pertama kali. "Mereka kini dijerat Pasal 363 ayat 4e tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya 7 tahun penjara," ungkapnya.

Saat ditanya, tersangka mengaku, uang hasil perampokan tersebut digunakan untuk membayar utang. "Untuk bayar utang," kata Darussalam singkat. (fba/TRIBUN JATENG CETAK)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved