Berita Kebumen

Jembatan Beton Sungai Telomoyo Kebumen Putus karena Banjir

Jembatan beton tersebut putus dan tidak bisa lagi digunakan oleh warga untuk menyeberang

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Humas Setda Kebumen
Jembatan putus karena banjir di Desa Wetonkulon Kebumen, Kamis (17/3/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Banjir di Kebumen bukan hanya menggenangi pemukiman, namun juga merusak infrastruktur umum, termasuk jembatan. 

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto bersama sejumlah pimpinan OPD, dan BPBD sempat  mendatangi jembatan rusak yang menghubungkan Desa Weton Kulon dan Pesuruan di Sungai Telomoyo, Puring, Rabu (16/3/2022). 

Jembatan beton tersebut putus dan tidak bisa lagi digunakan oleh warga untuk menyeberang.

Jembatan patah usai dihantam banjir bandang Sungai Telomoyo yang mengalir di bawahnya. 

"Saya sudah minta Dinas PUPR untuk berkoordinasi dengan BNPB karena ini kebencanaan, maka ini masuk ranah BNPB," ujar Bupati, Kamis (17/3/2022) 

Selain itu, Bupati juga meninjau empat lokasi titik longsor di desa terpencil di Kecamatan Ayah, yakni Desa Kalibangkang, Tlogosari, Argosari, dan Desa Argopeni. Longsor membuat akses jalan yang menghubungkan desa-desa tersebut terputus.

Pihaknya sudah menyiapkan alat berat untuk membersihkan lumpur yang berada di jalan. Alat berat itu sudah berada di Tlogosari, dan langsung dioperasikan untuk penanganan kebencanaan agar cepat teratasi. 

Disampaikan bahwa hujan deras di Kebumen telah menyebabkan banjir di 18 kecamatan dan 56 desa. Curah hujan Tinggi juga memicu tanah longsor di 36 desa, serta 2 jembatan rusak di Kecamatan Puring dan Ayah. Banjir bukan hanya melanda daratan rendah, namun juga di daratan tinggi di Kecamatan Ayah.

Bupati menyatakan, banjir saat ini menjadi yang terparah dalam beberapa puluh tahun terakhir.

Ayah disebut menjadi kecamatan terparah.

Bupati juga kembali menyempatkan diri melihat tempat pengungsian ke Kedungweru yang sempat dikunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Rabu malam.

Banjir di wilayah itu sudah mulai surut. Masyarakat sebagian sudah pulang untuk bersih-bersih rumah. Jumlah pengungsi pun disebutnya tinggal sekitar 400 orang dari tadinya 1292 jiwa. 

Bupati memastikan, semua kebutuhan makanan pokok untuk para pengungsi beserta obat-obatan dan alat pembersih diri, serta peralatan tidur tercukupi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved