Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Program PINTAR

Siapkan 3 Daerah Gemilang, Tanoto Foundation & SDGs Center UNDIP Bermitra

Tanoto Foundation bersama SDGs Center Universitas Diponegoro menyelenggarakan Kick Off Meeting Pengarusutamaan Sustainable Development Goals (SDGs).

Tayang:
Editor: abduh imanulhaq
TANOTO FOUNDATION
Kick Off Meeting Pengarusutamaan SDGs dalam Penyusunan Kebijakan Pendidikan digelar daring via zoom 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tanoto Foundation bersama SDGs Center Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyelenggarakan Kick Off Meeting Pengarusutamaan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam penyusunan kebijakan pendidikan.

Diselenggarakan secara daring, kegiatan ini turut mengundang Kabid Sosbud Bappeda Provinsi Jawa Tengah Edi Wahyono, Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation M. Ari Widowati, Tim SDGs UNDIP Center Prof. Denny Nugroho Sugianto dan Dessy Ariyanti, serta tim SDGs tiga daerah mitra Tanoto Foundation, yakni Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Tegal.

Dalam sambutannya, Dr. Nurkolis, M.M. selaku Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Jawa Tengah mengatakan penyelenggaraan kegiatan dilatarbelakangi peran Tanoto Foundation sebagai mitra pemerintah telah mendukung pengambilan keputusan berbasis data (data driven) dan memberikan dampak dalam peningkatan kualitas pendidikan.

Oleh karena itu, sejalan dengan peran tersebut serta visi misi Tanoto Foundation untuk terus berkontribusi bagi dunia pendidikan, dukungan akan diberikan dalam percepatan implementasi “Digitalisasi Pendidikan” melalui peningkatan kapasitas guru menggunakan teknologi pembelajaran.

Untuk merealisasikannya, dilakukanlah kegiatan kemitraan ini dengan menggandeng SDGs Center UNDIP dengan output draft rekomendasi kebijakan dan draft final dokumen kebijakan terkait SDGs / tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB).

Kabid Sosbud Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Edi Wahyono dalam kesempatan sebagai narasumber Kick Off Meeting
Kabid Sosbud Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Edi Wahyono dalam kesempatan sebagai narasumber Kick Off Meeting (IST)

Sebagai narasumber, Edi Wahyono menyebutkan bahwa telah ada 16 kabupaten/kota. di Jawa Tengah yang sudah membuat RAD SDGs.

Dalam konteks perencanaan  pembangunan pencapaian TPB diintegrasikan dalam dokumen perencanaan nasional dan daerah.

Kemudian dijadikan pedoman dalam penyusunan kebijakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kabupaten/kota.

Pada kesempatan tersebut, Edi mengapresiasi Tanoto Foundation yang telah memilih tiga daerah mitra (Kota Semarang, Kabupaten Kendal, & Kabupaten Tegal) dengan alasan tepat.

Pasalnya, dalam hal prevalensi stunting Studi Status Gizi Balita di Indonesia (SSGBI), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), Harapan Lama Sekolah (HLS), Angka Partisipasi Sekolah (APS), dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), ketiga daerah terpilih memiliki nilai berbeda yang dapat mewakili kategori yang sesuai kriteria.

Berkenaan dengan ATS, Edi mengatakan bahwa telah disusun kebijakan dalam menurunkan angka ATS.

Selanjutnya, Edi berharap hasil diskusi Tanoto Foundation dengan SDGs Center dapat berfokus pada penemuan solusi permasalahan pendidikan lainnya.

“Selain itu, saya juga berharap kepada pemerintah kabupaten/kota untuk dapat membuat kebijakan pendidikan yang inovatif dengan pendekatan TPB/SDGs berdasarkan kondisi wilayah masing-masing,” ungkap Edi.

Kebijakan pendidikan yang nantinya disusun, diharap dapat mengarah pada pemulihan pasca Covid-19 yang sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional.

Contoh masalah pendidikan yang harus diatasi adalah Anak Tidak Sekolah (ATS), rata-rata lama sekolah, dan harapan lama sekolah.

Prof. Denny Nugroho Sugianto mengatakan sesuai misi SDGs Center Undip, telah dilakukan kolaborasi, asistensi, konsultasi dan verifikasi terkait implementasi SDGs.

Pemberdayaan, transfer knowledge, riset, workshop dan publikasi terkait TPB juga telah dilakukan.

Dari kegiatan yang telah dilakukan tersebut, SDGs Center Undip melanjutkan upaya pencapaian tujuan dengan berkolaborasi bersama Tanoto Foundation untuk mencapai SDGs di tahun 2030.

Dessy Ariyanti menambahkan, “Harapannya akan ada final rekomendasi tentang kebijakan TPB di kabupaten/kota yang didampingi.”

Ia pun menyampaikan bahwa akan ada sebelas tahapan kegiatan yang akan diselenggarakan dari bulan Maret hingga Juli 2022, meliputi workshop, kerja mandiri, pendampingan, dan finalisasi konsultan.

Rangkaian kegiatan tersebut diselenggakan di tiga kabupaten/kota yakni Kabupaten Kendal, Kabupaten Tegal, dan Kota Semarang, secara daring dan luring.

Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation, M. Ari Widowati memberi sambutan dalam Kick Off Meeting Pengarusutamaan SDGs
Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation, M. Ari Widowati memberi sambutan dalam Kick Off Meeting Pengarusutamaan SDGs (IST)

Di akhir kegiatan, M. Ari Widowati menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah kabupaten/kota.

Sebagai fasilitator, Tanoto Foundation akan berupaya optimal dalam menjembatani pihak-pihak terkait, sehingga nantinya diharapkan perannya dapat meringankan tugas pemerintah kabupaten/kota.

Sebagai penutup pertemuan daring saat itu, Nurkolis mengaku kegiatan kemitraan ini akan memberikan hasil luaran yang sangat baik.

“Optimis sekali hasilnya nanti akan lebih dari ekspektasi karena didampingi oleh pakarnya langsung. Komitmen dan effort dari semua peserta juga sudah tampak sejak meeting pertama ini,” ungkap Nurkolis. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved