Berita Banyumas

995 Hektar Lahan Pertanian di Banyumas Terdampak Banjir, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 20 Miliar

Akibat bencana banjir di Sumpiuh, Tambak dan Kemranjen setidaknya kurang lebih 995 hektar tanah lahan pertanian terimbas

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Warga bersama polisi saat melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir di sekolah Mts Baitul Muslim, Kalibagor, seluruh kelas dan masjid di areal tersebut terendam banjir, Selasa (15/3/2022). Ada sekitar 15 KK yang terdampak, dan telah diungsikan. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Banyumas berdampak pada tanaman padi para petani. 

Para petani di tiga Kecamatan di Banyumas harus menelan pil pahit, tanaman padi hanyut terbawa banjir

Tiga kecamatan yang paling terdampak banjir adalah Sumpiuh, Tambak dan Kemranjen. 

Akibat bencana banjir di Sumpiuh, Tambak dan Kemranjen setidaknya kurang lebih 995 hektar tanah lahan pertanian terimbas.

Baca juga: Sosok Bidan Suwita, Korban Pembunuhan di Jembatan Tol Semarang, Single Parent yang Ceria dan Supel

Baca juga: Cinlok Saat Vaksinasi Berujung Maut, Dony Habisi Ibu dan Anak Bergiliran Lalu Akting Kehilangan

"Berdasarkan perkiraan dan analisa, di tiga Kecamatan tersebut total kerugian mencapai Rp 20,4 miliar," ujar Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Jaka Budi Santosa, saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Jumat (18/3/2022). 

Jaka menambahkan, musim tanam padi yaitu sejak Januari, namun ada juga yang Desember akhir. 

"Sehingga banyak juga yang sudah hampir panen. 

Rata-rata yang terdampak banjir adalah yang sudah berumur 7 sampai 9 Minggu," terangnya. 

Karena padi-padi itu adalah yang sudah akan memasuki masa panen membuat kerugian cukup banyak. 

Sebetulnya, para petani yang gagal panen ini bisa mendapat asuransi. 

Namun disayangkan memang, di musim tanam ini belum ikut asuransi. 

"Namun, saya sudah lapor Bupati, juga koordinasi dengan Provinsi, untuk yang nanti Puso akan dimintakan bantuan ke Pusat," imbuhnya 

Ia menerangkan bantuan dari Kementerian Pertanian itu biasanya berupa benih padi.

Sekretaris BPBD Banyumas, Gatot Apri, mengatakan banjir di Banyumas disebabkan karena luapan beberapa sungai yang tidak dapat menampung debit air. 

Ketiga sungai yang meluap, yaitu Sungai Sengon Desa Pandak, Kecamatan Sumpiuh, Sungai Kecepak Desa Gebangsari, Kecamatan Tambak dan Sungai Gatel Desa Kedungpring, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. (Tribunbanyumas/jti) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved