Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Banjir Susulan Melanda Desa Gebangsari Banyumas, Warga Tidak Menyangka

Banjir susulan terjadi di Desa Gebangsari, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas pada Jumat (18/3/2022)

Penulis: Imah Masitoh | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Imah Masitoh
Warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena banjir susulan di Desa Gebangsari, Banyumas dengan membawa kebutuhan selama di pengungsian, ketinggian air mencapai atas lutut orang dewasa, Jumat (18/3/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Banjir susulan terjadi di Desa Gebangsari, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas pada Jumat (18/3/2022). 

Akibat hujan yang mengguyur semalam, dan kondisi tanggul Sungai Kecepak belum ditambal sehingga air mengalir ke permukiman warga. 

"Tahun kemarin yang jebol satu sekarang dua titik sehingga air banyak yang mengalir ke permukiman warga," jelas Zaenal Arifin selalu Sekretaris Desa Gebangsari. 

Air mulai cepat tinggi sejak dini hari sampai subuh sehingga warga mengungsi ke tempat-tempat yang lebih tinggi. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Baca juga: Istri Japar Minta Keadilan: Suami Ditangkap Kasus Perampokan di Jakarta, Saat Kejadian Ia di Demak

Baca juga: Jawaban Teka-teki Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie: Keluarga Bungkam, PA Jaksel Buka Suara

"Hujan dari jam 10.00 malam sehingga air mulai naik lagi jam 01.00 pagi," terang Suratman (57) warga Desa Gebangsari. 

Banjir pertama terjadi pada hari Selasa (15/3/2022) yang lebih parah dari hari ini yang mencapai ketinggian air mencapai 1,5 meter. 

Pada hari kemarin aktivitas warga sudah mulai normal kembali. Namun tidak disangka hujan mengguyur deras di daerah Gebangsari pada malam hari yang menyebabkan air naik kembali. 

"Kita kemarin sudah santai air sudah surut, padi juga sudah mulai dijemur akibat banjir kemarin, malah malam tadi hujan lebat air ya naik lagi tanggul belum ditambal," jelas Suratman. 

Pemerintah Desa Gebangsari sudah bermusyawarah untuk menambal tanggul yang jebol dengan tanah yang dimasukkan ke dalam karung. 

Namun kondisi debit air sungai yang belum turun sehingga belum bisa dilakukan penambalan pada lokasi tanggul yang jebol. 

"Kita sudah sigap akan menambal tanggul yang jebol. Sudah mempersiapkan tanah dan karung untuk menambal tanggul yang jebol tinggal menunggu air sungai tidak terlalu besar," ungkap Zaenal Arifin kepada Tribunjateng.com, Jumat (18/3/2022) 

Kondisi tanggul yang belum diperbaiki dan hujan kembali turun pada malam hari sehingga air kembali naik di permukiman warga. 

"Belum sempat terealisasikan rencana kita untuk tambal tanggul, hujan turun tadi malam ya air naik lagi," jelas Zaenal Arifin. 

Hingga saat ini Pemerintah Desa dibantu relawan mulai mempercepat menambal tanggul yang jebol. Sudah ada bantuan tanah dari BPBD untuk diisi ke dalam karung guna menambal tanggul. 

"Ini sudah ada bantuan tanah dari BPBD 2 truk, nanti kita masukan ke karung-karung," imbuh Zaenal Arifin. 

Warga ada yang masih memilih menetap di rumahnya untuk menjaga harta benda yang masih berada di lokasi banjir. (ima) 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved