Berita Viral

Telepon Terakhir Nawali 5 Hari Lalu Sebelum Dieksekusi di Arab, Keluarga: Itu Pesan Terakhirnya

Keluarga tak merasakan feeling apapun saat terakhir kali Nawali menelepon. Nawali juga tak mengatakan kalau ia akan segera dieksekusi

Editor: muslimah
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Suasana rumah keluarga Nawali di Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Kamis (17/3/2022) malam. Nawali, TKI asal Cirebon telah dieksekusi hukuman mati di Arab Saudi. 

TRIBUNJATENG.COM, CIREBON - Keluarga tak merasakan feeling apapun saat terakhir kali Nawali menelepon.

Nawali juga tak mengatakan kalau ia akan segera dieksekusi.

Keluarga Nawali Hasan Ihsan (47), TKI asal Cirebon yang dieksekusi di Arab Saudi, mengungkapkan permintaan terakhirnya.

Kakak ipar Nawali, Sandi (61), mengatakan, permintaan itu pun kerap diungkapkan adik iparnya saat berkomunikasi dengan keluarga melalui telepon.

Baca juga: Sempat Buntu, Polisi Bongkar Kasus Pembunuhan Ibu Anak di Semarang dari Petunjuk Instagram

Baca juga: Info Penerimaan Anggota Polri Meliputi Akpol Bintara dan Tamtama Tahun 2022, Ini Link Pendaftarannya

Menurut dia, dalam obrolan di telepon itu Nawali, yang telah ditahan sejak 2 Juni 2011, kerap menyampaikan keinginannya dijenguk oleh kedua putrinya.

"Permintaan itu sudah disampaikan ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang mendampingi adik ipar saya selama menjalani persidangan," kata Sandi saat ditemui di kediamannya di Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Kamis (17/3/2022) malam.

Ia mengatakan, permintaan terakhir itu diajukan Nawali karena ia belum bertemu putrinya sejak berangkat ke Arab Saudi pada 2005.

Bahkan, kala itu putri keduanya, yang kini duduk di kelas 2 SMP, baru tiga bulan dikandung istri Nawali dan hingga kini belum pernah bertemu secara langsung.

Pihaknya mengakui, Kemlu RI memberikan respons positif untuk mewujudkan keinginan Nawali dan mendatangi rumahnya pada bulan lalu.

"Perwakilan Kemlu datang ke rumah meminta berkas kedua putri Nawali untuk menjenguknya di tahanan Arab Saudi," ujar Sandi, yang matanya tampak berkaca-kaca.

Namun, hingga akhir hayatnya Nawali belum sempat bertemu langsung dengan putri keduanya karena telah dieksekusi pada Kamis (17/3/2022) pagi waktu Jeddah.

Sandi menyampaikan, pada mulanya keluarga tidak mengetahui bahwa Nawali telah dieksekusi hingga perwakilan Kemlu RI datang ke rumahnya.

Sebab, perwakilan Kemlu RI menghubungi keluarga untuk mengurus berkas kedua putri Nawali untuk berangkat ke Arab Saudi menjenguk ayahnya.

"Kami sangat syok karena Kemlu menyampaikan kabar itu (eksekusi Nawali)," kata Sandi sambil sesekali mengusap matanya menggunakan lengan kanan dan kirinya secara bergantian.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved