Berita Nasional

Soal 2 Polisi Penembak Laskar FPI Bebas, Mabes Polri: Keputusan Hakim Independen

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan vonis bebas terhadap dua anggota polisi penembak laskar FPI yakni Briptu Fikri Ramadhan dan IPDA

Editor: m nur huda
KOMPAS.COM/FARIDA
Salah satu adegan dalam Rekonstruksi Kasus Penembakan Enam Anggota FPI di Karawang, Senin (14/12/2020) dini hari(KOMPAS.COM/FARIDA) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan vonis bebas terhadap dua anggota polisi penembak laskar FPI yakni Briptu Fikri Ramadhan dan IPDA M. Yusmin Ohorella.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan bahwa keputusan majelis hakim dinilai independen atas perkara dugaan tindak pidana pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing terhadap laskar FPI.

Baca juga: 2 Polisi Penembak Laskar FPI Bebas, Kuasa Hukum Korban Belum Miliki Rencana Lanjutan

"Keputusan hakim adalah independen," ujar Dedi kepada wartawan, Sabtu (19/3/2022).

Dedi mengaku pihaknya juga menghargai keputusan hakim terkait vonis tersebut.

Sebaliknya, Mabes Polri menyerahkan kepada Polda Metro Jaya soal rencana keduanya kembali berdinas.

"Menghargai keputusan hakim. Kalau itu tanya ke Metro," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan telah menjatuhkan putusannya atas perkara dugaan tindak pidana pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing untuk terdakwa polisi Briptu Fikri Ramadhan dan IPDA M. Yusmin Ohorella.

Adapun sidang tersebut digelar pada Jumat (18/3/2022) di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Kedua terdakwa hadir secara virtual bersama tim kuasa hukum.

 
Dalam putusannya Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Selatan Arif Nuryanta menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama sehingga membuat orang meninggal dunia.

"Mengadili, menyataman terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagiamana dakwaan primer Penuntut Umum," kata Hakim Arif dalam sidang putusan.

Adapun terkait hal tersebut hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kendati begitu, dalam putusannya hakim mendapati adanya alasan pembenar dan pemaaf sebagaimana yang dilayangkan oleh tim kuasa hukum terdakwa dalam nota pembelaan alias pleidoi.

Atas dasar itu, Hakim menjatuhkan vonisnya kepada anggota polri aktif itu dengan hukuman bebas alias tidak dipidana.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved