Berita Salatiga

Polres Kota Salatiga Panggil Empat Distributor Minyak Goreng Terkait Stok dan Lonjakan Harga

Stok dan lonjakan harga bikin 4 distributor besar minyak goreng dipanggil Polres Salatiga.

Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Hanes Walda
Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana, Minggu (20/3/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Stok serta lonjakan harga membuat empat distributor besar minyak goreng dipanggil oleh Polres Kota Salatiga.

Menurut Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana, pemanggilan distributor tersebut bertujuan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya mengenai stok minyak goreng.

“Jika kita tahu keadaan yang sebenarnya, kita sosialisasikan kepada masyarakat agar tidak ada kegelisahan sehingga keadaan menjadi kondusif,” kata Kapolres, Minggu (20/3/2022).

Dari keempat distributor tersebut, tidak ada indikasi penimbunan.

“Mereka juga kita minta jika ada kiriman minyak, langsung segera disetorkan ke agen dan penjual lain. Pengiriman bisa dilakukan sesuai plot jatah agar merata,” tambahnya.

Meski begitu, saat ini kondisinya tak seperti pada saat normal. Indra Mardiana mencontohkan, jika satu distributor memiliki 15 agen dengan jatah pengiriman seminggu 10 dus, saat ini lebih diutamakan pemerataan.

“Contohya begitu, karena jika biasanya seminggu 10 dus, saat ini hanya dalam waktu dua hari sudah habis. Ini kita antisipasi,” paparnya.

Pihaknya menegaskan meski tidak ada indikasi penimbunan di tingkatan distributor dan agen, perlu diwaspadai adanya panic buying di masyarakat.

“Kita beserta Dinas Perdagangan turun ke masyarakat untuk menelusuri kemungkinan terjadinya hal tersebut, karena sebentar lagi bulan Ramadan dan Idul Fitri, kebutuhan masyarakat tentu meningkat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan kebutuhan minyak goreng untuk dunia usaha, terutama usaha kecil dan menengah, juga harus terpenuhi.

“Kalau untuk makan di rumah, bahan bisa diolah sesuai kebutuhan. Tapi untuk yang dagang dan usaha, setiap hari butuh minyak, jangan sampai kosong,” tambahnya.

Sementara itu, Pembeli minyak goreng, Waryuni menyampaikan, saat ini minyak goreng lebih mudah didapatkan meski harganya bertambah mahal.

“Memang aneh ya, semuanya serba mahal saat ini. Kita yang seperti ini menjadi susah, antre, harga mahal, beli dibatasi,” kata Waryuni. (han)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved