Pemkab Banjarnegara Blak-blakan Cara Turunkan Stunting

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara blak-blakan cara menurunkan prosentase kasus stunting.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Pengukuran panjang badan bayi untuk mendeteksi kasus stunting di Banjarnegara. 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Tingginya kasus stunting jadi perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Banjarnegara

Di tahun 2021, dari catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, persentase kasus stunting di kota Dawet Ayu itu masih 22,67 persen. 

Angka kasus ini sebenarnya sudah menurun, dibandingkan Tahun 2020 sebesar 22,93 persen.

Tapi angka ini masih jauh dari target penurunan angka stunting nasional di tahun 2024, yakni 14 persen. 

Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penambahan kasus stunting. 

Di antaranya dengan menetapkan 10 desa lokus intervensi stunting. 

dr. Sulistyowati, M.Kes, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara mengatakan, di tahun 2021, Pemkab menerapkan 10 desa lokus intervensi stunting.

Kemudian di tahun 2022 ini, Pemkab memperluas intervensi dengan menambah 10 desa lokus baru. 

Dari 278 desa di Banjarnegara, jumlah desa lokus masih belum seberapa.

Sulis mengatakan, yang dipilih menjadi desa lokus harus memenuhi sejumlah indikator. 

Semisal kasus stunting di desa itu tinggi, tingkat kemiskinan tinggi, akses sanitasi, hingga banyak kasus pernikahan anak di bawah umur.

Seluruh indikator itu berpengaruh terhadap meningkatnya kasus stunting. 

Kemiskinan membuat masyarakat sulit mengakses makanan bergizi.

Pernikahan anak di bawah umur juga dinilai meningkatkan risiko stunting. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved